Beijing optimalkan kebijakan respons COVID di sekolah

Sejumlah siswa menghadiri sesi pembelajaran pertama pada semester baru di Sekolah Dasar Eksperimental RDFZ (Sekolah Menengah yang Berafiliasi dengan Universitas Renmin China) di Distrik Haidian di Beijing, ibu kota China, pada 1 September 2022. (Xinhua/Ren Chao)
Kebijakan respons COVID di sekolah-sekolah di Beijing menyebutkan bahwa sekolah dan taman kanak-kanak tidak akan lagi melakukan tes asam nukleat inklusif, sementara fakultas maupun pelajar tidak perlu menunjukkan hasil tes asam nukleat negatif untuk memasuki atau meninggalkan kampus.
Beijing, China (Xinhua) – Beijing pada Jumat (6/1) merilis rencana terkait upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di sekolah-sekolah di ibu kota China itu, dengan delapan kebijakan untuk mengoptimalkan respons COVID-19.Sekolah dan taman kanak-kanak tidak akan lagi melakukan tes asam nukleat inklusif, sementara fakultas maupun pelajar tidak perlu menunjukkan hasil tes asam nukleat negatif untuk memasuki atau meninggalkan kampus. Jika epidemi merebak, taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah dapat mengadakan kelas daring untuk sementara waktu atau ditutup sementara jika kasus infeksi baru dilaporkan di sekolah. Namun, sekolah harus melanjutkan kelas tatap muka tepat waktu setelah wabah dapat dikendalikan, menurut rencana kerja itu.Lebih lanjut, survei kesehatan akan dilakukan dalam kelompok inti yang terdiri dari guru dan siswa yang memiliki masalah medis bawaan. Perguruan tinggi dan universitas akan memantau anggota fakultas dan mahasiswa yang menunjukkan 11 jenis gejala terkait COVID-19, termasuk demam. Taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah harus melakukan pemeriksaan kesehatan pada pagi dan siang hari, serta menerbitkan laporan kasus infeksi setiap hari, menurut rencana itu.Mulai Sabtu (7/1), para siswa sekolah dasar dan menengah di Beijing akan memasuki liburan musim dingin, dan semester musim semi akan dimulai pada 13 Februari sesuai jadwal, kata Li Yi, juru bicara otoritas pendidikan kota, dalam konferensi pers pada Jumat.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Kemungkinan tak ada korban selamat dalam tabrakan pesawat di Washington DC
Indonesia
•
02 Feb 2025

Kapotar di Papua jadi rumah manusia Austronesia sejak 2.700 silam
Indonesia
•
30 Sep 2025

Cuaca ekstrem landa dunia pada Januari, badan global WMO desak penguatan sistem peringatan dini
Indonesia
•
31 Jan 2026

Jutaan rumah di Australia terancam akibat naiknya ketinggian air laut
Indonesia
•
16 Sep 2025
Berita Terbaru

Feature – Dari Guangxi ke Indonesia: Kisah perjuangan Shi Rufei wujudkan kemakmuran lewat teh Liu Bao di panggung internasional
Indonesia
•
04 Mar 2026

Warga Selandia Baru kian khawatir terhadap dampak AI pada masyarakat
Indonesia
•
02 Mar 2026

Feature – Operasi katarak di Alor, pulau indah yang tersamar
Indonesia
•
01 Mar 2026

Sepertiga warga Somalia akan hadapi kelaparan pada Maret
Indonesia
•
27 Feb 2026
