Mendeteksi pencemaran air dengan teknologi sensor ‘solid-state’

Mendeteksi pencemaran air dengan teknologi sensor ‘solid-state’
Ilustrasi. Teknologi digital dan komputasi dapat diterapkan untuk mendeteksi pencemaran air, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin guna menghindari kerusakan lingkungan dan kekurangan air, salah satunya adalah sensor solid-state. (Anh Vy on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Teknologi digital dan komputasi dapat diterapkan untuk mendeteksi pencemaran air, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin guna menghindari kerusakan lingkungan dan kekurangan air, salah satunya adalah sensor solid-state.

“Untuk mengatasi pencemaran air, model pemantauan pencemaran secara online dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini (early warning system)” kata peneliti dari Pusat Elektronika dan Telekomunikasi pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Goib Wiranto, dalam orasi pengukuhan Profesor Riset LIPI bidang Elektronika beberapa waktu lalu, menurut pernyataan LIPI yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Goib menjelaskan, dalam sistem pemantauan pencemaran secara online atau daring, sensor memegang peranan utama yang berfungsi sebagai tempat terjadinya interaksi langsung antara alat tersebut dan bahan pencemar yang akan dideteksi.

Sensor diharapkan dapat memberikan data mengenai bahan pencemar, sehingga pencemaran dapat segera ditangani sebelum dampaknya semakin meluas.

Pemantauan pencemaran secara online juga memiliki banyak keunggulan dibanding metode konvensional, tutur Goib.

“Data hasil pengukuran dari sensor harus dapat digunakan oleh pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan terkait mitigasi bencana pencemaran. Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan akses atas informasi pencemaran yang terkait dengan wilayah kehidupannya,” jelasnya.

Di antara berbagai teknologi sensor pencemaran air di seluruh dunia, teknologi mikroelektronika solid-state mempunyai keunggulan karena bentuknya praktis dan cara kerjanya sederhana, namun mampu mendeteksi beberapa parameter secara sekaligus.

Goib mengatakan pengembangan teknologi solid-state memerlukan penelitian lebih lanjut tentang sensor lingkungan yang berbasis pada teknologi thin-film, thick-film, dan teknologi micromachining/MEMs.

“Selain itu, teknologi micromachining berbahan silikon berpotensi besar di masa mendatang. Karenanya, teknologi pengolahan bahan baku silikon harus dikuasai agar alat yang dihasilkan memiliki nilai tambah secara ekonomi,” tambahnya.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here