Saudi tidak pekerjakan PRT karena biaya uji COVID-19

Saudi tidak pekerjakan PRT karena biaya uji COVID-19
Ilustrasi. Sektor rumah tangga Arab Saudi tidak tertarik lagi untuk mempekerjakan pekerja rumah tangga saat dimulainya kembali pembukaan karantina wilayah yang telah berlangsung selama tujuh bulan menyusul pandemik virus corona. (TheUjulala from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Sektor rumah tangga Arab Saudi tidak tertarik lagi untuk mempekerjakan pekerja rumah tangga saat dimulainya kembali pembukaan karantina wilayah yang telah berlangsung selama tujuh bulan menyusul pandemik virus corona.

Hal tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan biaya perekrutan, termasuk biaya tambahan untuk uji COVID-19 dan kenaikan harga tiket pesawat yang terlalu tinggi, menurut laporan Saudi Gazette.

Sumber yang dekat dengan kantor perekrutan mengatakan bahwa jumlah permintaan bantuan rumah tangga masih sangat rendah.

Mereka menambahkan bahwa beberapa perusahaan perekrutan di luar negeri tidak dapat menerima permintaan baru karena likuiditas tidak mencukupi.

Menurut sumber tersebut, biaya pekerja rumah tangga dari Filipina naik menjadi 20.000 riyal Saudi (sekira 78,1 juta rupiah) dari sebelumnya sebesar 19.000 riyal Saudi (sekira 74,2 juta rupiah).

Seementara itu, biaya perekrutan untuk pekerja rumah tangga dari Uganda naik menjadi 9.000 riyal Saudi (sekitar 35,1 juta rupiah) dari 7.000 riyal Saudi (sekitar 27,3 juta rupiah) dan 8.000 riyal Saudi (sekitar 31,2 juta rupiah).

Sumber melaporkan bahwa pemerintah Uganda mencabut larangan lalu lintas udara internasional yang berlaku mulai 1 Oktober.

Jumlah kantor kontrak di Uganda berkisar antara 180 dan 200, dan mereka memiliki izin untuk menyelesaikan kontrak dengan satu perusahaan perekrutan Saudi dan tiga kantor perekrutan.

Lebih dari 30.000 transaksi perekrutan bantuan rumah tangga di Uganda macet sejak perekrutan dihentikan pada bulan Maret.

Menteri Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi, Ahmed Al-Rajhi, mengeluarkan perintah pada pekan pertama Oktober untuk dimulainya kembali perekrutan pekerja rumah tangga.

Situs jejaring perekrutan tenaga kerja rumah tangga kementerian, Musaned, telah beroperasi pada 7 Oktober untuk menerima lamaran setelah jeda yang lama.

Prosedur untuk menyelesaikan kontrak baru akan berakhir pada 31 Oktober.

Kementerian menangguhkan perekrutan pekerja rumah tangga pada 16 Maret.

Pemerintah Arab Saudi mencabut sebagian pembatasan jalur transportasi darat, laut, dan bandara.

Menurut arahan baru dari menteri, jangka waktu perekrutan kontrak baru adalah 120 hari.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here