
Ilmuwan ciptakan terobosan teknik dalam pengendalian penyakit yang ditularkan nyamuk

Foto yang diabadikan pada 2 Agustus 2024 ini menunjukkan perangkat otomatis yang dapat memisahkan nyamuk jantan dan betina secara efisien di Guangzhou Wolbaki Biotech Co., Ltd., di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua)
Melepaskan nyamuk jantan yang tidak menggigit atau menularkan penyakit untuk kawin dengan nyamuk betina di alam liar dapat secara efektif mengendalikan populasi nyamuk liar.
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim peneliti mengembangkan perangkat otomatis yang dapat secara efisien memisahkan nyamuk jantan dan betina, menandai terobosan teknik dalam pengendalian biologis penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.Tim peneliti internasional yang merupakan gabungan para peneliti dari berbagai institusi seperti Universitas Negara Bagian Michigan, Universitas Jinan, dan Guangzhou Wolbaki Biotech Co., Ltd., itu memublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal akademis internasional Science Robotics pada Rabu (31/7).Dalam beberapa tahun terakhir, wabah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, terutama demam berdarah dengue, menjadi semakin parah akibat perubahan iklim dan mobilitas manusia. Meski demikian, pengendalian kimiawi terhadap hama ini memiliki efek yang terbatas dan menimbulkan polusi lingkungan serta masalah resistensi obat, kata Li Yongjun, seorang profesor di Universitas Jinan.Menyoroti keunggulan pengendalian biologis, Li menjelaskan, "Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa melepaskan nyamuk jantan yang tidak menggigit atau menularkan penyakit untuk kawin dengan nyamuk betina di alam liar dapat secara efektif mengendalikan populasi nyamuk liar."Meskipun teknologi pengendalian ini telah diverifikasi di banyak negara untuk menekan populasi nyamuk pembawa penyakit dan mengurangi penyebaran demam berdarah, aplikasi regional berskala besar di seluruh dunia masih terhambat oleh kesulitan dalam memisahkan nyamuk jantan dan betina.Menurut Gong Juntao, seorang peneliti di Guangzhou Wolbaki Biotech Co., Ltd., tim tersebut secara mandiri mengembangkan perangkat otomatis yang dapat mengaduk, memisahkan, dan mengumpulkan pupa nyamuk secara efisien. Alat pemisah otomatis ini memungkinkan operatornya untuk memisahkan lebih dari 16 juta nyamuk jantan dengan bekerja selama delapan jam sehari dan lima hari sepekan, meningkat 17 kali lipat jika dibandingkan dengan pemisahan jenis kelamin secara manual.Hasilnya menunjukkan bahwa perangkat otomatis ini memiliki potensi untuk membantu mengendalikan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk tropis secara efektif, kata Gong.Perangkat ini telah dijual ke 18 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, dan Italia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Beda etnis, beda risiko penyakit pembuluh darah otak
Indonesia
•
13 Feb 2026

Perancang program antariksa China uraikan cara kerja pendaratan di Bulan masa depan
Indonesia
•
14 Jun 2023

Museum Zoologi Bogor simpan jutaan spesimen fauna, terbesar di Asia Tenggara
Indonesia
•
10 Dec 2025

Fosil telur dinosaurus yang rentan kini terlindungi dalam balutan nanosilika
Indonesia
•
25 Apr 2026


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
