
Pesawat Amfibi AG600M buatan China rampungkan uji terbang pertama 2025

Sebuah pesawat AG600M mendemonstrasikan fungsi menjatuhkan air (water-dropping) dalam Pameran Penerbangan dan Kedirgantaraan Internasional China ke-14 di Zhuhai, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 8 November 2022. (Xinhua/Liu Dawei)
AG600M memiliki kinerja yang lebih baik, seperti berat lepas landas maksimum 60 ton, kapasitas angkut air 12 ton, dan jangkauan terbang hingga 4.500 kilometer.
Xi'an, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tiga pesawat amfibi berukuran besar AG600M "Kunlong", yang dikembangkan secara mandiri oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC), baru-baru ini menyelesaikan putaran uji terbang lainnya, yang menandai langkah penting menuju sertifikasi kelaikan udara, demikian diumumkan AVIC.Dengan dukungan sekitar 500 anggota tim riset pesawat itu, misi tersebut dilaksanakan pada Senin (3/2) di pusat uji terbang pesawat sipil AVIC di Pucheng, Provinsi Shaanxi, China barat laut. Selama proses tersebut, ketiga pesawat menjalani tes penilaian yang ketat, termasuk simulasi kegagalan kontrol penerbangan, tes kondisi pembentukan es, dan pemeriksaan setelah pemutakhiran sistem avioniknya.Ketiga pesawat semuanya kembali dengan selamat ke landasan setelah menyelesaikan misi, kata AVIC pada Kamis (6/2).Rangkaian tes ini memvalidasi kinerja dan keamanan pesawat itu, meletakkan dasar yang kuat bagi upaya sertifikasi kelaikan udara berikutnya, kata AVIC.Keluarga pesawat amfibi AG600 merupakan landasan bagi upaya China untuk meningkatkan kemampuan tanggap daruratnya. Dirancang untuk memenuhi standar kelaikan udara sipil, AG600 merupakan pesawat berukuran besar dengan fungsi khusus yang pertama kali dikembangkan secara mandiri oleh China untuk operasi pemadaman kebakaran, penyelamatan maritim, dan bantuan bencana.Sebagai varian yang telah dimutakhirkan, AG600M memiliki kinerja yang lebih baik, seperti berat lepas landas maksimum 60 ton, kapasitas angkut air 12 ton, dan jangkauan terbang hingga 4.500 kilometer. Kemampuan pesawat itu dalam kecepatan rendah dan landasan pacu pendek membuatnya ideal untuk berbagai misi yang kompleks, seperti memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau melakukan penyelamatan di laut lepas.Prototipe AG600M menyelesaikan uji pendaratan pertamanya di darat pada Mei 2022, disusul dengan pendaratan yang sukses di air untuk pertama kalinya pada Agustus di tahun yang sama.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Misi astronaut swasta Axiom berhasil menambat ke ISS
Indonesia
•
23 May 2023

Peneliti China temukan gen gandum resesif yang resistan terhadap virus
Indonesia
•
08 Mar 2023

China bangun antena pertama untuk susunan teleskop radio terbesar di dunia
Indonesia
•
02 Oct 2023

Peneliti China gunakan satelit sains Bumi untuk pantau anjungan minyak dan gas lepas pantai
Indonesia
•
09 Feb 2025


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
