Tim ilmuwan China ciptakan pendinginan pasif baru untuk bangunan

Foto kombo yang diabadikan pada 7 Oktober 2020 ini menunjukkan gedung-gedung pencakar langit yang didukung oleh stasiun pendinginan terpusat No. 10 (atas) dan tampilan bagian dalam stasiun pendinginan terpusat No. 10 (bawah) di Zona Perdagangan Bebas Percontohan (Guangdong) China Area Qianhai dan Shekou di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Liu Dawei)
Material pendinginan radiatif keramik yang dipasang pada atap bangunan dapat memangkas konsumsi energi penyejuk udara di dalam gedung hingga 26,8 persen dibandingkan dengan bangunan yang menggunakan cat putih biasa.
Beijing, China (Xinhua) – Sekelompok ilmuwan China menemukan jenis material keramik baru untuk mewujudkan pendinginan pasif pada bangunan dan menghemat energi yang dikonsumsi penyejuk udara (air conditioner/AC), demikian menurut edisi terbaru jurnal Science.Listrik yang digunakan oleh sistem pendinginan mencakup sekitar 10 persen dari konsumsi listrik global. Oleh karena itu, mengembangkan teknologi pendinginan baru untuk menghemat energi dan mendorong netralitas karbon sangatlah penting.Pendinginan langit radiatif merupakan teknologi pendinginan pasif yang memancarkan panas ke luar angkasa melalui jendela atmosfer dari 8 hingga 13 mikrometer. Jika panas yang dipancarkan lebih besar daripada energi surya yang diserap, maka pendinginan radiatif pada siang hari dapat dicapai tanpa masukan (input) energi.Dipimpin oleh Profesor Zhao Dongliang dari Fakultas Energi dan Lingkungan di Southeast University (SEU) China, tim peneliti menganalisis karakteristik optik dari berbagai material di pita surya dan inframerah berdasarkan struktur kristal mereka.Mereka menyatakan bahwa keramik yang terutama terdiri dari alumina dan silika dengan desain struktural tertentu dapat mencapai pendinginan langit radiatif pada bangunan dengan tingkat pantulan sinar matahari yang tinggi dan emisi radiasi inframerah yang tinggi. Selain itu, keramik semacam itu tahan lama, tahan panas, dan tahan air.Penelitian itu juga memperkenalkan contoh material pendinginan radiatif keramik tersebut. Setelah menggunakan material itu pada atap bangunan, konsumsi energi penyejuk udara di dalam gedung dapat dipangkas hingga 26,8 persen dibandingkan dengan bangunan yang menggunakan cat putih biasa.Disebutkan dalam penelitian itu bahwa riset lebih lanjut akan dilakukan untuk mewujudkan produksi massal material tersebut dengan biaya yang rendah.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Jamur enoki terkontaminasi saat pengepakan dan penyimpanan
Indonesia
•
27 Jun 2020

China uji terbang empat prototipe pesawat amfibi AG600M
Indonesia
•
26 Feb 2023

Peneliti China manfaatkan kemampuan AI untuk kedokteran berbasis bukti
Indonesia
•
19 Dec 2025

China rilis gambar pertama hasil tangkapan teleskop survei lapangan lebar baru
Indonesia
•
03 Oct 2023
Berita Terbaru

Kesendirian berlebihan bisa picu gangguan kecemasan
Indonesia
•
04 Feb 2026

Studi ungkap Jupiter ternyata lebih kecil dan lebih pipih dari perkiraan sebelumnya
Indonesia
•
03 Feb 2026

Pankreas buatan bantu pengidap diabetes akhiri injeksi insulin harian
Indonesia
•
03 Feb 2026

Vaksin personalisasi pertama di dunia untuk kanker otak anak yang mematikan dalam tahap uji klinis
Indonesia
•
03 Feb 2026
