Mata uang lokal dorong pertumbuhan kawasan industri aglomerasi Semarang

Ilustrasi. (Mufid Majnun on Unsplash)

Layanan pembayaran QR lintas negara Indonesia dan China dijadwalkan dapat beroperasi secara luas pada kuartal pertama 2026.

 

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kerja sama Indonesia dan China di bidang layanan transaksi lintas perbatasan menggunakan mata uang lokal (local currency transaction/LCT) memberikan peluang bagi pertumbuhan kawasan industri di wilayah aglomerasi Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam seminar tentang LCT yang digelar Bank of China (Hong Kong) Limited atau BOC Hong Kong cabang Jakarta di Semarang belum lama ini, sekitar 150 partisipan turut hadir, yang beberapa di antaranya adalah asosiasi bisnis dan pelaku industri.

Dalam seminar tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan kebutuhan terhadap layanan transaksi menggunakan mata uang lokal yang berkualitas menjadi semakin penting seiring kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan China yang terus tumbuh.

Kerja sama LCT antara Indonesia dan China telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, yang memungkinkan transaksi perdagangan hingga investasi tidak perlu lagi diselesaikan melalui mata uang lain, melainkan dapat dilakukan langsung antara Rupiah dan Renminbi China.

Kerja sama ini memberikan peluang bagi pertumbuhan industri daerah, khususnya di wilayah industri seperti Semarang dan sekitarnya, yang saat ini semakin terintegrasi dengan pasar internasional. Dengan berbagai manfaatnya, mulai dari penurunan biaya transaksi hingga peningkatan efisiensi, LCT membantu meningkatkan daya saing produk unggulan Jawa Tengah di pasar global. Selain itu, transaksi mata uang lokal ini juga sudah dapat dimanfaatkan oleh kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebagai salah satu bank yang ditunjuk untuk memfasilitasi transaksi mata uang lokal ini, BOC Jakarta menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan peran platform dan integrasi sumber daya guna membangun sistem layanan keuangan terpadu bagi perusahaan China yang melakukan ekspansi ke luar negeri, serta mendorong pendalaman kerja sama ekonomi dan konektivitas keuangan Indonesia-China.

"Sebagai lembaga keuangan China yang telah lama beroperasi di Indonesia, kami secara berkelanjutan memperkuat koordinasi dengan otoritas regulator serta meningkatkan dukungan layanan keuangan terhadap pengembangan industri dan penciptaan lapangan kerja," kata Kepala Cabang BOC Jakarta sekaligus Ketua Umum Kamar Dagang China di Indonesia, Sun Shangbin.

Sun mengatakan kemudahan transaksi lintas perbatasan antara masyarakat dan pelaku usaha kedua negara ke depannya akan semakin meningkat seiring perluasan layanan ke pembayaran berbasis QR lintas negara. Setelah melalui uji coba selama beberapa bulan terakhir, Bank Indonesia menyebut layanan pembayaran QR lintas negara Indonesia dan China dijadwalkan dapat beroperasi secara luas pada kuartal pertama 2026.

Kemitraan LCT ini semakin relevan seiring hubungan dagang kedua negara yang terus tumbuh. Tahun lalu, nilai perdagangan Indonesia dengan China tumbuh 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 154,58 miliar dolar AS, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pekan ini. Ekspor Indonesia ke China tercatat sebesar 67,04 miliar dolar AS dan impor sebesar 87,54 miliar dolar AS, masing-masing tumbuh 6,9 persen dan 18,53 persen. 

*1 dolar AS = 16.777 rupiah

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait