
Maskapai Eropa hadapi krisis terburuk sejak pandemi saat harga bahan bakar melonjak

Foto dokumentasi berikut menunjukkan pesawat-pesawat Air France diparkir di landasan setelah Bandar Udara Orly mengumumkan 'shutdown' seiring menurunnya lalu lintas udara di tengah pandemi virus corona, di sebelah selatan Paris, Prancis, pada 3 April 2020. (Xinhua/Aurelien Morissard)
Harga bahan bakar jet melonjak 106,6 persen secara tahunan pada Maret di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Di Eropa, harga telah naik ke level tertinggi sejak 2022.
Frankfurt, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Sektor penerbangan Eropa menghadapi krisis terparah sejak pandemi 2020, saat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah mendorong harga bahan bakar jet ke level tertinggi dalam beberapa tahun dan memaksa maskapai-maskapai besar merombak strategi mereka.
Dalam laporan pendapatan kuartal pertama (Q1) yang dipublikasikan pada Rabu (6/5), maskapai nasional Jerman Lufthansa mengatakan telah melakukan lindung nilai (hedging) sekitar 80 persen kebutuhan bahan bakar jetnya. Terlepas dari langkah tersebut, mereka memperkirakan biaya terkait bahan bakar pada 2026 akan meningkat sebesar 1,7 miliar euro, hampir 24 persen lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, terutama didorong oleh melonjaknya harga energi dan terganggunya pasar penerbangan global.
*1 Euro = 20.422 rupiah
Grup tersebut mengatakan mereka berencana mengimbangi beban tambahan melalui pendapatan tiket yang lebih tinggi, optimalisasi jaringan, dan langkah pemangkasan biaya lebih lanjut dalam beberapa kuartal mendatang.
"Krisis yang sedang berlangsung di Timur Tengah, dikombinasikan dengan kenaikan biaya bahan bakar dan kendala operasional, menimbulkan tantangan besar bagi ekonomi global, industri penerbangan, dan perusahaan kami," ujar CEO Lufthansa Carsten Spohr.
Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA), harga bahan bakar jet melonjak 106,6 persen secara tahunan pada Maret di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Di Eropa, harga telah naik ke level tertinggi sejak 2022.
Direktur Jenderal IATA Willie Walsh mengatakan bahwa meskipun industri ini masih dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan saat lockdown pandemi 2020, krisis bahan bakar saat ini muncul sebagai guncangan paling serius bagi penerbangan global sejak COVID-19.
Menurut sebuah studi yang dirilis oleh Allianz Trade pekan lalu, Eropa hanya memproduksi setengah dari kerosin yang dibutuhkan oleh pasar domestiknya, sehingga sektor penerbangan di kawasan itu bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kebutuhan bahan bakar jetnya.
Sejumlah maskapai Eropa telah memperkenalkan langkah-langkah untuk menghadapi kenaikan biaya bahan bakar dan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan.
Air France-KLM mengatakan pihaknya berencana mengenakan biaya tambahan hingga 50 euro pada penerbangan jarak jauh, sementara EasyJet dan Ryanair memperingatkan bahwa tarif dapat naik lebih lanjut jika pasar bahan bakar tetap ketat. Lufthansa mengatakan pihaknya telah menerapkan kenaikan harga tiket.
Analis di Allianz Trade menggambarkan situasi yang sama suramnya, dengan memperkirakan bahwa tarif penerbangan internasional telah naik antara 5 hingga 15 persen.
Lufthansa juga sedang mengevaluasi opsi transit untuk rute jarak jauhnya ke Asia dan Afrika sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kegagalan pengisian bahan bakar di bandara tujuan. Menyoroti seriusnya krisis pasokan, Spohr mengatakan, "Kita hanya bisa terbang jika kita memiliki bahan bakar."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ekonom sebut wacana ‘decoupling’ ekonomi tidak memungkinkan terjadi
Indonesia
•
30 Oct 2024

Exxon akuisisi Pioneer untuk perluas produksi minyak di Texas, AS
Indonesia
•
14 Oct 2023

Pakar Thailand sebut China mainkan peran signifikan dan multifaset dalam APEC
Indonesia
•
28 Dec 2023

Peneliti: Ekonomi tumbuh karena digital ekonomi
Indonesia
•
15 Dec 2019


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
