Untuk pertama kalinya dalam hampir 10 tahun, Demokrat ungguli Republik soal ekonomi AS

Foto yang diabadikan pada 13 November 2024 ini menunjukkan gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di Washington DC, AS. (Xinhua/Hu Yousong)

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Warga Amerika Serikat (AS) kini memandang Partai Demokrat sebagai pengelola perekonomian yang lebih baik daripada Partai Republik untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade, demikian ditunjukkan hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Senin (3/8).

Sekitar 37 persen pemilih terdaftar AS yang disurvei mengatakan Partai Demokrat memiliki pendekatan yang lebih baik terhadap perekonomian AS, dibandingkan dengan 36 persen yang memilih Partai Republik.

Sebanyak 27 persen responden lainnya menyatakan tidak yakin atau meyakini bahwa partai lain akan mampu menjalankan tugas tersebut dengan lebih baik, ungkap hasil jajak pendapat itu.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Partai Republik mempertahankan keunggulan dalam hal ekonomi selama sebagian besar masa jabatan pertama Presiden AS Donald Trump pada 2017-2021, sepanjang empat tahun masa jabatan mantan presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, dan hingga memasuki masa jabatan kedua Trump.

Trump sendiri menyebut imigrasi dan inflasi sebagai dua isu utama yang mendorong terpilihnya kembali dirinya pada 2024. Dia berulang kali menegaskan bahwa dirinya lebih mampu daripada Partai Demokrat dalam mengelola perekonomian AS.

Jajak pendapat yang dilakukan dari Rabu (29/7) hingga Senin itu juga menemukan bahwa tingkat persetujuan terhadap Trump merosot menjadi 35 persen, turun dari 37 persen dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos sebelumnya yang dilakukan bulan lalu.

"Kekhawatiran ekonomi biasanya menjadi kabar buruk bagi partai yang berkuasa. Ketika masyarakat khawatir tentang membayar tagihan, membeli bahan bakar atau memenuhi kebutuhan makan, mereka menyalahkan siapa pun yang memegang kekuasaan," ujar Christopher Galdieri, profesor ilmu politik di Saint Anselm College di Negara Bagian New Hampshire, AS timur laut, kepada Xinhua.

"Dengan Donald Trump di Gedung Putih dan Partai Republik menguasai Kongres, merekalah yang akan menjadi sasaran kekhawatiran para pemilih," imbuh Galdieri.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait