Maskapai Belanda KLM tangguhkan penerbangan ke Israel mulai 1 Maret

Pesawat-pesawat milik maskapai Belanda KLM terlihat di Bandar Udara Schiphol di Amsterdam, Belanda, pada 31 Maret 2020. (Xinhua/Sylvia Lederer)

Maskapai penerbangan Belanda KLM akan menangguhkan sementara penerbangan ke Israel mulai 1 Maret 2026 karena tidak layak secara komersial dan operasional.

 

Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Maskapai penerbangan besar dari Belanda, KLM, pada Rabu (25/2) malam waktu setempat mengumumkan pihaknya akan menangguhkan sementara penerbangan ke Israel mulai 1 Maret 2026.

Maskapai tersebut menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa "mengoperasikan penerbangan ke Tel Aviv tidak layak secara komersial dan operasional" saat ini.

KLM menambahkan bahwa penumpang yang terdampak akan diberi pemberitahuan secara individual dan diberikan opsi untuk menjadwal ulang atau menerima pengembalian dana.

"KLM akan terus memantau perkembangan dan akan meninjau kembali keputusan ini sesuai dengan kondisi yang ada," bunyi pernyataan tersebut.

Pada 23 Januari lalu, maskapai itu menangguhkan penerbangannya ke beberapa negara di Timur Tengah, termasuk Israel, "karena situasi geopolitik." Maskapai tersebut lalu melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi pada akhir Januari, dan kemudian ke Israel pada awal Februari. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait