
Jumlah kasus Ebola di RD Kongo hampir tembus 600 di tengah peringatan meluasnya penyebaran

Tenaga kesehatan melakukan pembersihan di sebuah pusat perawatan Ebola di Goma, Republik Demokratik (RD) Kongo, pada 4 Juni 2026. (Xinhua)
Kinshasa, RD Kongo (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo telah bertambah menjadi 598, termasuk 115 kematian, demikian disampaikan otoritas kesehatan masyarakat negara tersebut pada Selasa (9/6).
Menurut laporan terbaru, sebanyak 48 kasus baru yang terkonfirmasi dilaporkan pada Senin (8/6), termasuk 14 kematian. Tambahan tiga pasien Ebola dinyatakan sembuh, sehingga jumlah total pasien yang sembuh menjadi 22 orang.
Laporan itu menyebutkan bahwa kasus terkonfirmasi terus meningkat dari pekan ke pekan, menunjukkan "penularan yang terus terjadi di tengah masyarakat" dari penyakit tersebut. Otoritas kesehatan memperingatkan kemungkinan penyebaran geografis yang cepat dari wabah ini jika langkah-langkah kesehatan masyarakat tidak segera dilakukan.
Sebanyak 297 pasien masih menjalani isolasi atau rawat inap pada Senin, termasuk 113 pasien terkonfirmasi dan 184 kasus suspek, papar laporan tersebut.
Laporan itu juga mengungkapkan bahwa kondisi keamanan terus memengaruhi respons penanganan. Kelompok-kelompok bersenjata masih aktif di beberapa wilayah Provinsi Ituri, yang menjadi pusat wabah, sehingga membatasi akses ke beberapa zona kesehatan yang terdampak atau berisiko tinggi, ungkap laporan tersebut.
Wabah saat ini, yang disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo, secara resmi diumumkan oleh Kementerian Kesehatan RD Kongo pada 15 Mei.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Afrika pada Selasa memperingatkan bahwa upaya penanggulangan yang sedang dilaksanakan "menghadapi kendala operasional signifikan," seraya menyebutkan bahwa fasilitas kesehatan di beberapa wilayah terdampak berada dalam kondisi buruk dan sering kali mengalami kelangkaan air minum, insinerator, alat pelindung diri, serta perlengkapan dekontaminasi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Wilayah Makkah umumkan dimulainya kembali izin Iftar Sayim
Indonesia
•
19 Mar 2021

Trump Organization didenda 1,6 juta dolar AS karena penggelapan pajak
Indonesia
•
14 Jan 2023

INTERPOL mudah bekerja dengan kehadiran Taiwan
Indonesia
•
17 Oct 2019

Greenpeace minta Taiwan segera implementasikan UU Konvensi Pekerjaan Penangkapan Ikan
Indonesia
•
15 Dec 2024


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
