Masih punya tunggakan iuran, AS akan keluar dari WHO

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, pada 11 Desember 2025. (Xinhua/Lian Yi)

AS selama ini telah menjadi kontributor terbesar bagi WHO, namun tidak ada tanda-tanda bahwa Washington berniat melunasi tunggakan iurannya.

 

Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) masih belum melunasi tunggakan iuran keanggotaannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), demikian disampaikan kepala badan tersebut pada Rabu (29/4), seraya menuturkan pembayaran itu tetap menjadi syarat bagi rencana penarikan diri Washington.

Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan harapan agar AS dapat melunasi tunggakannya sebelum menyelesaikan penarikan dirinya, sebuah syarat yang ditetapkan oleh Washington sendiri.

Saat menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan oleh Asosiasi Koresponden Terakreditasi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tedros menguraikan dua syarat penarikan diri, yakni masa pemberitahuan selama satu tahun dan pelunasan seluruh tunggakan iuran.

Pada hari pertamanya kembali menjabat pada Januari 2025, Presiden AS Donald Trump mengajukan pemberitahuan satu tahun untuk penarikan diri dari WHO.

AS selama ini telah menjadi kontributor terbesar bagi organisasi tersebut. Namun, Tedros mengatakan "tidak ada tanda-tanda" bahwa Washington berniat melunasi tunggakan iurannya.

Dia menegaskan isu ini bukan hanya soal keuangan. "Sejujurnya, ini bukan soal uang," ujarnya. "Isunya adalah keamanan kesehatan harus bersifat universal, dan AS, dengan menarik diri, membuat mereka sendiri menjadi tidak aman dan membuat seluruh dunia menjadi tidak aman. Jadi, ini merugikan semua pihak (lose-lose)."

"Oleh karena itu, fokus kami bukan soal uang. Fokusnya adalah membantu AS untuk memahami dan mempertimbangkan kembali," tuturnya. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait