
Xi Jinping dorong BRICS masuki ‘dekade emas ketiga’ dengan kekuatan Global South

Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, pada 12 September 2026. (Xinhua/Wang Ye)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kehadiran Presiden China Xi Jinping dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di India memiliki arti strategis dalam mengarahkan pengembangan berkualitas tinggi bagi kerja sama BRICS yang lebih besar, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi pada Ahad (13/9).
Kunjungan ke Asia Selatan itu juga memperkuat persatuan dan kekuatan negara-negara Global South, ungkap Wang.
Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China, menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan keterangan kepada para wartawan mengenai kunjungan Xi ke India untuk menghadiri KTT BRICS ke-18 pada Sabtu (12/9) dan Ahad.
Pertama, kunjungan Xi memberikan dorongan baru bagi kerja sama BRICS. Presiden China merangkum perkembangan BRICS selama dua dekade terakhir dengan tiga frasa kunci, yakni kemandirian dan penguatan diri, saling mendukung dalam suka dan duka, serta hasil yang melimpah, ujar Wang.
Berdiri di titik awal sejarah yang baru, Xi menyerukan kepada negara-negara BRICS untuk menjadi pelopor dalam memajukan pembangunan berbasis inovasi, menjunjung tinggi perdamaian dan stabilitas, memfasilitasi pembelajaran antarperadaban, serta mereformasi dan menyempurnakan tata kelola global, tutur Wang.
Pada 2027, BRICS akan menyambut ‘Tahun China’ yang keempat. Xi mengumumkan China akan memanfaatkan kesempatan ini untuk bekerja sama dengan semua pihak guna membangun konsensus, membuka prospek masa depan, dan memulai dekade emas ketiga kerja sama BRICS, kata Wang.
Kedua, kunjungan Xi memberdayakan Global South, ujar Wang.
Xi mengajukan empat usulan penting untuk memperkuat Global South: pertama, bersama-sama mempertahankan supremasi hukum dalam urusan internasional dan memastikan hukum dan peraturan internasional diterapkan kepada semua pihak; kedua, mengibarkan panji multilateralisme serta menjunjung tinggi kewibawaan dan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB); ketiga, tetap berkomitmen pada filosofi pembangunan yang berpusat pada rakyat dan berupaya mewujudkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030; serta keempat, bersama-sama memajukan tata kelola keamanan dan menangani ancaman keamanan, baik tradisional maupun nontradisional, papar Wang.
Dengan berfokus pada gelombang baru revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi serta transformasi industri, Xi mengusulkan sejumlah inisiatif, termasuk inisiatif BRICS mengenai industrialisasi baru yang didukung kecerdasan buatan (AI), inisiatif AI sumber terbuka dan inklusif, inisiatif kerja sama industri digital, serta inisiatif kerja sama manufaktur pintar, kata Wang.
Ketiga, kunjungan Xi mengarahkan perkembangan hubungan China-India, ujar Wang.
Xi dan Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan pertukaran pandangan yang terbuka dan mendalam mengenai isu-isu strategis, jangka panjang, dan menyangkut arah hubungan China-India, kata Wang, sembari menyatakan konsensus terpenting yang telah dicapai kedua pemimpin tersebut adalah bahwa China dan India harus menjadi mitra.
Presiden Xi mengatakan China dan India dapat saling melengkapi keunggulan masing-masing, saling mendukung, saling membantu meraih kesuksesan, dan mengejar pembangunan bersama, tutur Wang.
Para pemimpin kedua negara sepakat untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan ketenteraman di wilayah perbatasan, sementara kedua negara akan saling mendukung sebagai pemegang kepemimpinan bergilir BRICS, kata Wang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

The Fed naikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 15 tahun
Indonesia
•
15 Dec 2022

Bank Dunia siapkan perombakan besar untuk tingkatkan penerbitan jaminan tahunan
Indonesia
•
01 Mar 2024

Transaksi mata uang lokal Indonesia-Jepang naik 10 kali, capai 109,4 juta dolar AS
Indonesia
•
11 Nov 2021

Produktivitas warga AS turun, ancam ekonomi dalam negeri
Indonesia
•
11 Oct 2022


Berita Terbaru

Feature – Kopi Indonesia berkualitas, tetapi sulit dijual mahal: Yunnan tawarkan jalan untuk naik kelas
Indonesia
•
15 Sep 2026

Fokus Berita – 20 tahun BRICS, Xi serukan kelompok Global South jadi pelopor tatanan dunia baru
Indonesia
•
14 Sep 2026

Fokus Berita – Industri konser gerakkan ekonomi, bisnis sewa ponsel ‘flagship’ jadi sumber ‘cuan’
Indonesia
•
14 Sep 2026

Deklarasi KTT ke-18 BRICS di New Delhi perkuat barisan Global South, serukan reformasi tata kelola dunia
Indonesia
•
14 Sep 2026
