Malaysia bersiap hadapi dampak konflik Timur Tengah yang berkepanjangan

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berbicara di hadapan awak media di Zoo Negara di Selangor, Malaysia, pada 10 Januari 2026. (Xinhua/Cheng Yiheng)

Malaysia harus bersiap menghadapi dampak ekonomi dan keamanan dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

 

Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Malaysia harus bersiap menghadapi dampak ekonomi dan keamanan dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah, kata Dewan Keamanan Nasional Malaysia pada Selasa (24/3).

Langkah ini akan diwujudkan dalam bentuk respons yang terkoordinasi dan komprehensif untuk menangani kenaikan biaya bahan bakar, upaya menekan penyelundupan bahan bakar, serta potensi ancaman keamanan di dalam negeri. Hal tersebut disampaikan badan federal di bawah Departemen Perdana Menteri yang bertanggung jawab mengoordinasikan kebijakan keamanan nasional, ketertiban umum, dan pertahanan dalam sebuah pernyataan usai rapat yang dipimpin Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Selain langkah-langkah tersebut, badan itu juga menyatakan Malaysia akan terus bekerja sama dengan para mitranya untuk mendorong solusi diplomatik bagi konflik yang sedang bergulir.

Secara terpisah, Anwar dalam pernyataannya mengatakan dirinya telah berbicara dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Bahrain Salman bin Hamad Al Khalifa serta Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk menyampaikan dukungan Malaysia dan belasungkawa atas kerugian yang dialami kedua negara tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung.

"Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas ketegangan berkepanjangan dan implikasinya terhadap keamanan regional serta kesejahteraan masyarakat, sekaligus menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dan kerusakan properti akibat serangan balasan," ujarnya.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait