
Malaysia akan putuskan penggunaan medis ganja sebelum akhir tahun

Ilustrasi. Penggunaan ganja untuk tujuan medis bukanlah hal baru di Malaysia karena pada tahun 2014, Sativex yang mengandung cannabidiol (CBD) dan tetrahydrocannabinol (THC) telah disetujui untuk digunakan di Malaysia untuk mengobati kejang otot. (Add Weed on Unsplash)
“Penggunaan ganja untuk tujuan medis bukanlah hal baru di Malaysia karena pada tahun 2014, Sativex yang mengandung cannabidiol (CBD) dan tetrahydrocannabinol (THC) telah disetujui untuk digunakan di Malaysia untuk mengobati kejang otot.”
Jakarta (Indonesia Window) – Pemerintah Malaysia akan mengambil keputusan terhadap penggunaan ganja untuk tujuan medis sebelum akhir tahun, kata Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin beberapa waktu lalu.Khairy, yang mengakhiri kunjungan kerja bilateral ke Bangkok pada 25 Agustus lalu mengatakan Thailand telah berbagi banyak pandangan dan pengalaman selama kunjungannya tentang penggunaan ganja untuk tujuan pengobatan dan budidayanya.“Saya yakin bahwa kami akan dapat mempelajari pengalaman Thailand untuk menyesuaikannya dengan konteks Malaysia nanti ketika kami akan memutuskan apakah akan mengizinkan penggunaan ganja untuk tujuan medis atau tidak.”“Jika disetujui, kami akan menentukan dalam kerangka apa dan bagaimana itu akan digunakan,” imbuhnya.“Saya ingin bergerak cepat… Saya yakin kami akan mampu mengambil sikap tahun ini. Keputusan utama ya atau tidak akan dibuat tahun ini dengan kebijakan yang kemungkinan akan dilaksanakan tahun depan. Itu target saya," katanya kepada Bernama.Kunjungan Khairy ke Bangkok atas undangan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Anutin Charnvirakul, bertujuan untuk mengeksplorasi potensi manfaat kesehatan ganja.Thailand adalah negara Asia Tenggara pertama yang melegalkan penggunaan ganja untuk tujuan pengobatan.Selama kunjungan kerjanya, Khairy dan delegasi juga mengunjungi Government Pharmaceutical Organization (GPO) di mana dia diberi pengarahan tentang kebijakan ganja Thailand termasuk praktik, metode budidaya, penelitian dan penggunaan ganja untuk tujuan pengobatan.Dia juga mengadakan pertemuan dengan para pemain utama industri ganja di Thailand selain mengunjungi Siam Cannabis Land di Pattaya dimana Khairy diberi pengarahan dan mengunjungi rumah kaca dan perkebunan berbagai jenis ganja.
Ilustrasi. Budidaya ganja dalam rumah kaca. (Richard T on Unsplash)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemenparekraf-LSPR institute gelar kompetisi pariwisata digital nasional
Indonesia
•
04 Jul 2021

Militer Israel serang tempat tinggal staf dan gudang WHO di gaza
Indonesia
•
23 Jul 2025

LSPR luluskan 440 mahasiswa dari 142 kampus dalam program KMMI
Indonesia
•
31 Oct 2021

66 persen pekerja Inggris penderita Long COVID diperlakukan tidak adil
Indonesia
•
30 Mar 2023


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
