Iran pamerkan manuver sistem pertahanan udara buatan dalam negeri

Rekaman video yang dikutip oleh kantor berita Tasnim menunjukkan sistem pertahanan udara buatan Iran milik Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolution Guards Corps/IRGC) keluar dari sebuah terowongan bawah tanah, pada Selasa (28/2/2023). (Xinhua)
Sistem pertahanan udara Iran, Khordad ke-15 dan Khordad ke-3, masing-masing dari angkatan udara pasukan Iran dan Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam, terlibat dalam latihan air defense tempur skala besar bersandi Modafean Aseman-e Velayat 1401.
Teheran, Iran (Xinhua) – Iran pada Selasa (28/2) memamerkan manuver dari sistem pertahanan udara (air defense system) yang disimpan di terowongan bawah tanah.Rekaman video yang dikutip oleh kantor berita Tasnim menunjukkan sistem pertahanan udara buatan Iran milik Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolution Guards Corps/IRGC) keluar dari sebuah terowongan bawah tanah.Penyingkapan tersebut dilakukan saat Iran melancarkan latihan pertahanan udara tempur skala besar bersandi Modafean Aseman-e Velayat 1401.Selama latihan itu, target penyerang berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Khordad ke-15 dan Khordad ke-3 buatan Iran, masing-masing dari angkatan udara pasukan Iran dan Divisi Dirgantara IRGC, lapor kantor berita resmi negara itu, IRNA.Selain itu, dua sistem pertahanan udara Dezful yang dikembangkan di dalam negeri milik Divisi Dirgantara IRGC, dan Majid dari pasukan Iran, menghancurkan rudal jelajah yang ditembakkan ke area manuver.Mengomentari pencapaian itu, juru bicara latihan itu Abbas Farajpour mengatakan air defense system buatan Iran berhasil melacak dan menghancurkan target yang diarahkan ke sistem tersebut oleh jaringan pertahanan udara terintegrasi negara itu.Dia menambahkan bahwa drone penyerang yang hendak memasuki area manuver terdeteksi dan dilacak oleh jaringan radar negara itu, dan berkoordinasi dengan jaringan pertahanan udara terintegrasi, drone tersebut dikerahkan ke sistem Majid untuk ditembak jatuh.Farajpour mengatakan, beberapa tujuan dari latihan itu antara lain membangun pertahanan yang kuat dan multilapis terhadap serangan udara apa pun, mengevaluasi keefektifan dan kesiapan peralatan buatan dalam negeri, serta menyediakan perlindungan yang efektif bagi pusat-pusat vital di negara tersebut.Sistem Khordad ke-15 merupakan sebuah sistem jarak menengah yang mampu mengenai spektrum luas pesawat penyerang, seperti pesawat pengintai, pengebom, dan pesawat tempur taktis. Air defense system itu dapat mendeteksi dan melacak enam target sekaligus dan menyerang mereka dengan beragam spektrum dari rudal buatan dalam negeri.Sistem Khordad ke-3 dilengkapi dengan radar berjajar bertahap aktif dan dapat menyerang empat target sekaligus, menembakkan dua rudal ke masing-masing target.Sistem pertahanan udara Majid merupakan sebuah sistem elektro-optik yang gesit dengan jangkauan operasional mencapai delapan kilometer. Sementara itu, Dezful merupakan sistem pertahanan udara jarak pendek mobile yang digunakan untuk menyerang sejumlah target terbang termasuk pesawat bersayap tetap, helikopter berawak dan nirawak, rudal jelajah, bahkan bom dan rudal yang dijatuhkan oleh pesawat terbang.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Australia setujui vaksin pertama di dunia untuk selamatkan koala dari klamidia
Indonesia
•
10 Sep 2025

Peneliti Taiwan kembangkan vaksin yang efektif untuk semua jenis flu
Indonesia
•
12 Aug 2020

Memantau perubahan iklim di atap dunia
Indonesia
•
15 May 2024

China akan tingkatkan layanan Iptek untuk warga pedesaan
Indonesia
•
03 Aug 2022
Berita Terbaru

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ilmuwan kembangkan kristal baru, capai terobosan dalam ‘output’ laser ultraviolet vakum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Tim ilmuwan manfaatkan baterai kuantum untuk jadi pemasok daya super bagi komputer kuantum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Ekspedisi China ungkap fenomena bukaan es di Antarktika
Indonesia
•
30 Jan 2026
