
Gula mulai gerogoti gigi dalam hitungan detik

Ilustrasi. (Daria Gordova on Unsplash)
Bakteri penyebab gigi berlubang menggunakan gula untuk membentuk lapisan lengket bernama ‘plak’ pada gigi, segera setelah gigitan pertama makanan manis.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Terlalu banyak makan gula atau minum minuman manis dapat menyebabkan kerusakan gigi, seperti gigi berlubang. Hal ini bisa terjadi karena bakteri menggunakan gula tersebut untuk membentuk lapisan lengket bernama ‘plak’ pada gigi, segera setelah gigitan pertama makanan manis.Sebuah tim ahli mikrobiologi dari University of Florida, Amerika Serikat, baru-baru ini mempelajari bagaimana bakteri mulut menyebabkan kerusakan gigi.Mereka menjelaskan, dalam hitungan detik setelah menggigit atau menyesap sesuatu yang manis, bakteri yang hidup di mulut mulai menggunakan gula dari makanan untuk tumbuh dan berkembang biak. Dalam proses mengubah gula tersebut menjadi energi, bakteri menghasilkan sejumlah besar asam. Akibatnya, hanya satu atau dua menit setelah mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula, tingkat keasaman mulut meningkat ke level yang dapat melarutkan enamel—yaitu mineral yang membentuk permukaan gigi.Untungnya, air liur segera datang menyelamatkan sebelum asam-asam itu mulai menggerogoti permukaan gigi. Air liur membantu membersihkan kelebihan gula sekaligus menetralkan asam di mulut.Menurut tim ahli tersebut, mulut juga menjadi rumah bagi bakteri baik lain yang bersaing dengan bakteri penyebab gigi berlubang untuk mendapatkan sumber daya dan ruang, sehingga membantu memulihkan keasaman mulut ke tingkat yang tidak berbahaya bagi gigi.Namun, konsumsi makanan manis dan minuman bergula secara terus-menerus dan sering dapat memberi ‘makan berlebih’ bagi bakteri berbahaya sehingga air liur maupun bakteri baik tidak mampu mengatasinya.Serangan terhadap enamelBakteri penyebab gigi berlubang juga menggunakan gula dari makanan untuk membuat lapisan lengket bernama ‘biofilm’, yang bertindak seperti benteng yang menempel pada gigi. Biofilm sangat sulit dihilangkan tanpa kekuatan mekanis, seperti dengan rutin menyikat gigi atau pembersihan profesional di dokter gigi.Selain itu, biofilm menjadi penghalang fisik yang membatasi apa saja yang dapat melewatinya, sehingga air liur tidak dapat lagi menjalankan tugas menetralkan asam secara optimal. Lebih buruk lagi, bakteri penyebab gigi berlubang dapat bertahan dalam kondisi asam ini, sedangkan bakteri baik tidak.Di dalam ‘benteng’ terlindung ini, bakteri penyebab gigi berlubang dapat terus berkembang biak, menjaga tingkat keasaman mulut tetap tinggi dan menyebabkan hilangnya mineral gigi lebih jauh hingga akhirnya terbentuklah lubang yang terlihat atau terasa sakit.Melindungi gigiSebelum menikmati makanan atau minuman manis, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga bakteri pembentuk lubang tetap terkendali dan melindungi gigi.- Kurangi konsumsi gula dan usahakan makan atau minum yang manis bersamaan dengan waktu makan. Dengan begitu, produksi air liur yang meningkat saat makan dapat membantu membersihkan gula dan menetralkan asam di mulut.
- Hindari ngemil makanan manis sepanjang hari, terutama yang mengandung gula pasir atau sirup jagung fruktosa tinggi. Paparan gula yang terus-menerus akan mempertahankan tingkat keasaman mulut lebih lama.
- Sikatlah gigi secara teratur, terutama setelah makan, untuk menghilangkan plak sebanyak mungkin. Flossing harian juga membantu membersihkan plak di area yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi.
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

‘Easy card’ buat hidup semakin mudah di Taiwan
Indonesia
•
11 Apr 2021

Ilmuwan China, Inggris, dan Denmark pecahkan kode ‘harta karun genetik’ mikroorganisme laut
Indonesia
•
11 Sep 2024

Singapura ciptakan AI medis generasi baru, atasi tekanan akibat penuaan populasi dan penyakit kronis
Indonesia
•
09 Jul 2026

Indonesia terapkan ‘cofiring’ biomassa tingkatkan bauran energi
Indonesia
•
18 Sep 2020


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
