
Ma'had Sabilul Qur'an usung visi besar 2030, siapkan generasi penghafal Al-Qur'an berkelas dunia

Mudir Ma'had Sabilul Qur'an (MSQ) Bidang SDM dan Dakwah, Ustadz Agus Fadilla Sandi, menyampaikan sambutan pada acara Wisuda Santri MSQ Cibinong, Bogor, yang digelar pada Ahad (21/6/2026). (Indonesia Window, Ronald Rangkayo)
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti acara Wisuda Santri Ma'had Sabilul Qur'an (MSQ) Cibinong, Bogor, yang digelar pada Ahad (21/6) bertepatan dengan 6 Muharram 1448 Hijriah.
Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan atas capaian para santri, tetapi juga menjadi tonggak penting bagi MSQ dalam meneguhkan visi besarnya: menjadi lembaga pendidikan Al-Qur'an terkemuka dan bertaraf internasional di Jawa Barat pada 2030.
Hal tersebut disampaikan oleh Mudir MSQ Bidang SDM dan Dakwah, Ustadz Agus Fadilla Sandi, dalam sambutannya di hadapan para pembina yayasan, ustadz dan ustadzah, wali santri, mitra strategis, serta tamu undangan yang hadir dalam acara wisuda tersebut.
"MSQ telah hadir dan tumbuh di Cibinong sejak Juni 2024, dan kini kita telah memasuki Juni 2026. Dua tahun perjalanan yang singkat dalam waktu, tetapi penuh perjuangan dalam membangun sistem, nilai, dan peradaban pendidikan Al-Qur'an," ujar Ustadz Agus Fadilla.
Dalam sambutannya, dia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan MSQ, termasuk keluarga besar Yayasan MSQ, para donatur, dan sejumlah mitra strategis.
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai lembaga tersebut telah membuka banyak peluang pengembangan pendidikan, dakwah, dan peningkatan kualitas para santri MSQ.
Wisudawan sanad Al-Qur'an
Salah satu momen yang menjadi sorotan dalam wisuda kali ini adalah pemberian sanad Al-Qur'an kepada dua wisudawan MSQ.
Ustadz Agus Fadilla mengungkapkan, proses asesmen tahfizh yang bekerja sama dengan Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas lulusan.
Dia menyebut bahwa pemberian sanad tersebut merupakan kebahagiaan dan keberkahan besar bagi keluarga besar MSQ.
Pada kesempatan itu, Ustadz Agus Fadilla juga memaparkan visi besar yang tengah dibangun MSQ.
"Menjadi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an Terkemuka dan Bertaraf Internasional di Jawa Barat Tahun 2030," katanya, seraya menegaskan bahwa visi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja keras, kolaborasi, dan pertolongan Allah ﷻ.
Untuk mencapai visi tersebut, MSQ membangun dua fokus utama.
Pertama, Tahfizhul Qur'an Berbasis Mutu. Menurut Ustadz Agus, menghafal Al-Qur'an tidak cukup hanya mengejar kuantitas hafalan, tetapi juga harus memperhatikan kualitas bacaan, adab, dan kesinambungan pembelajaran. Karena itu, MSQ mengembangkan sistem tahfizh berbasis mutu dengan evaluasi yang terukur serta orientasi pada standar manajemen pendidikan internasional ISO 21001:2018 Educational Organization Management System.
"Tujuannya adalah melahirkan penghafal Al-Qur'an yang kuat hafalannya, benar bacaannya, mulia adabnya, dan siap menjadi pembelajar sepanjang hayat," ujarnya.
Fokus kedua yang dikembangkan MSQ adalah pendidikan aqil baligh dan pembentukan mukallaf. Konsep ini diarahkan untuk membentuk manusia yang dewasa secara iman, akal, dan tanggung jawab.
Dalam sambutannya, Ustadz Agus Fasilla berpesan kepada para santri agar memiliki cita-cita setinggi mungkin, baik menjadi dokter, insinyur, ulama, pengusaha maupun profesi lainnya.
"Silakan menempuh pendidikan di kampus terbaik. Namun jangan jadikan kampus sebagai tujuan akhir. Jadikan kampus sebagai bagian dari medan perjuangan. Jangan jadikan dunia sebagai tujuan, tetapi jadikan dunia sebagai jalan menuju Allah," pesannya.
Menutup sambutannya, Ustadz Agus mengingatkan bahwa wisuda bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang.
"Perjalanan menuju visi 2030 tidak mungkin ditempuh sendirian. Karena itu kami membuka diri terhadap kritik, saran, masukan, dan berbagai bentuk kolaborasi yang membangun demi kemajuan pendidikan Al-Qur'an yang kita cita-citakan bersama," tuturnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar


Berita Terbaru

Al Ghozy Muslimah Center salurkan 1.200 paket daging kurban untuk pengajar Al-Qur’an
Indonesia
•
30 May 2026

Idul Adha ‘ramah lingkungan’, daging kurban dibagi dalam wadah besek
Indonesia
•
28 May 2026

Feature – Melempar jumrah, membuang sifat tercela
Indonesia
•
28 May 2026

Rumah Singgah Janda Dhuafa pertama di Cileungsi, solusi pengentasan kemiskinan
Indonesia
•
21 May 2026




