
Lubang penyimpanan biji-bijian prasejarah ditemukan di China barat laut

Foto dokumentasi tak bertanggal ini menunjukkan pemandangan udara bagian tengah situs peninggalan budaya Luojiahe di wilayah Chunhua, Kota Xianyang, Provinsi Shaanxi, China barat laut. (Xinhua/Institut Warisan Budaya Xianyang)
Luojiahe merupakan situs penyimpanan biji-bijian khusus yang melayani sebuah permukiman besar, memberikan bukti fisik penting untuk mempelajari peradaban awal di wilayah Guanzhong, yang pernah menjadi jantung peradaban China kuno.
Xi'an, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah lubang penyimpanan biji-bijian yang berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Provinsi Shaanxi, China barat laut, yang memberikan bukti baru untuk penelitian peradaban awal di wilayah tersebut, menurut para arkeolog.Lubang-lubang penyimpanan tersebut ditemukan di situs peninggalan budaya Luojiahe di wilayah Chunhua, Kota Xianyang, di mana para arkeolog dari Institut Warisan Budaya Xianyang melakukan ekskavasi pada periode Maret 2022 hingga September 2025. Dengan menganalisis ciri-ciri peninggalan dan artefak yang ditemukan serta menerapkan metode ilmiah, tim tersebut menyimpulkan bahwa situs ini kemungkinan berasal dari sekitar 4.800 hingga 4.200 tahun lalu, ungkap Xie Gaowen dari institut tersebut.Sebanyak 17 lubang penyimpanan biji-bijian ditemukan di situs tersebut, semuanya berbentuk bulat atau oval, dan seperti kantong. Empat dari lubang tersebut berisi biji-bijian milet dan tanaman lain yang terkarbonisasi, beserta batang tanaman yang diawetkan, menunjukkan bahwa lubang-lubang itu pernah digunakan untuk menyimpan biji-bijian.Menurut Xie, total volume dari 17 lubang penyimpanan biji-bijian itu sekitar 390 meter kubik, dengan estimasi kapasitas penyimpanan mencapai hingga 300 ton milet.Dia juga menjelaskan bahwa kapasitas penyimpanan tersebut jauh melebihi konsumsi biji-bijian penduduk sekitar maupun produksi dari permukiman itu sendiri. "Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Luojiahe merupakan situs penyimpanan biji-bijian khusus yang melayani sebuah permukiman besar," ujar Xie. "Temuan ini memberikan bukti fisik penting untuk mempelajari peradaban awal di wilayah Guanzhong, yang pernah menjadi jantung peradaban China kuno."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

36 orang tewas dalam serangan Israel di Palmyra, Suriah
Indonesia
•
22 Nov 2024

Mekanisme negara Yunani dimobilisasi untuk respons aktivitas seismik di Santorini
Indonesia
•
07 Feb 2025

Pasien Long COVID di Florida, AS, tak punya banyak opsi perawatan
Indonesia
•
18 Oct 2022

Istanbul menangkan lelang lukisan Sultan Ottoman abad ke-15
Indonesia
•
27 Jun 2020


Berita Terbaru

Temu alumni program pelatihan China digelar di Jakarta, perkuat kerja sama Indonesia-China
Indonesia
•
13 Jun 2026

Ikon budaya pop asal China Labubu tampil dalam upacara pembukaan Piala Dunia 2026
Indonesia
•
13 Jun 2026

Main medsos 2 jam sehari bisa tingkatkan risiko depresi pada remaja, studi 10 tahun ungkap faktanya
Indonesia
•
13 Jun 2026

1,8 miliar orang di dunia kurang olahraga, WHO nilai china punya praktik yang efektif
Indonesia
•
12 Jun 2026
