
Logam berbahaya bisa masuk ke paru-paru lewat vape

Foto dokumentasi ini menunjukkan seorang wanita mengembuskan asap dari rokok elektronik.
Penggunaan vape jangka pendek pada tingkat paparan di bawah penggunaan harian manusia yang umum menghasilkan akumulasi logam beracun yang terukur di jaringan paru-paru, termasuk timbal, tembaga, dan nikel.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Perangkat rokok elektronik (vape) dapat menghantarkan logam beracun langsung ke jaringan paru-paru, seperti diungkapkan penelitian baru dari Australia, menantang anggapan bahwa vape merupakan alternatif yang lebih aman dibandingkan mengisap rokok konvensional.
Studi tersebut menunjukkan bahwa bahkan penggunaan vape jangka pendek pada tingkat paparan di bawah penggunaan harian manusia yang umum menghasilkan akumulasi logam beracun yang terukur di jaringan paru-paru, termasuk timbal, tembaga, dan nikel. Demikian menurut sebuah pernyataan dari Universitas Teknologi Sydney (University of Technology Sydney/UTS) Australia yang dirilis pada Jumat (17/4).
Studi praklinis ini memberikan bukti pertama bahwa aerosol vape mengandung spesies logam yang terkait dengan timah dan merkuri, yang sering kali lebih mudah diserap dan lebih reaktif secara biologis dibandingkan logam anorganik.
Temuan tersebut mengungkapkan "bahaya yang kurang disadari" yang berkaitan dengan vape, kata Dayanne Bordin, dosen kimia analitik UTS sekaligus peneliti utama studi itu yang dipublikasikan dalam Analytical and Bioanalytical Chemistry.
"Profil logam yang diamati konsisten dengan emisi dari koil pemanas dan komponen listrik," ujar Bordin, seraya mencatat bahwa penilaian keamanan saat ini sering kali mengabaikan emisi yang berasal dari komponen perangkat seperti koil pemanas.
Tidak seperti rokok konvensional, perangkat vape sangat bervariasi dalam desain dan kualitas manufakturnya, yang berpotensi meningkatkan risiko paparan, menurut studi itu.
Temuan ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan vape, khususnya di kalangan anak muda. Di Australia, penggunaan vape di kalangan dewasa muda meningkat dari 5,3 persen pada 2019 menjadi lebih dari 21 persen pada 2023, dengan peningkatan serupa pada remaja.
Para peneliti menyerukan peninjauan kembali regulasi penggunaan vape, termasuk pengujian rutin terhadap emisi yang berasal dari perangkat dan pembaruan panduan kesehatan publik terkait paparan logam dan bioakumulasi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Komputer kuantum superkonduktor China siap untuk penggunaan komersial
Indonesia
•
14 Oct 2025

Feature – Bagaimana pelatihan pengobatan tradisional China mengasah keterampilan medis Indonesia
Indonesia
•
19 Oct 2026

Pameran teknologi Jerman soroti keberlanjutan pada elektronik konsumen
Indonesia
•
06 Sep 2023

Pembangkit listrik tenaga termal surya hasilkan listrik dengan 'mengejar' sinar matahari
Indonesia
•
22 Jul 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
