
Pengobatan rapamycin bantu hasilkan kehamilan yang sukses dan kelahiran hidup

Ilustrasi. (Omar Lopez on Unsplash)
Rapamycin efektif mengurangi aktivitas ribosom dan memulihkan keseimbangan protein, sehingga meningkatkan kualitas sel telur dan lingkungan ovarium.
Tianjin, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah studi baru yang dipimpin oleh tim peneliti China telah mengidentifikasi mekanisme kunci di balik penurunan kesuburan yang berkaitan dengan usia serta mendemonstrasikan pengobatan yang potensial.Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports Medicine tersebut dilakukan oleh tim kolaboratif yang dipimpin Universitas Nankai."Kami menemukan bahwa disfungsi ribosom merupakan salah satu penyebab buruknya kualitas sel telur yang sebelumnya terabaikan. Ini bukan hanya masalah oosit itu sendiri; sel-sel kumulus di sekitarnya juga mengalami perubahan serupa, dan mereka bersama-sama memengaruhi kemampuan perkembangan sel telur dan embrio," papar Li Jie, penulis pertama makalah tersebut.Menurut makalah itu, translasi abnormal gen ribosom terjadi pada oosit dan sel kumulus pada wanita saat pertengahan usia 30-an tahun. Pada oosit, aktivitas ribosom yang berlebihan ini mengganggu sintesis protein normal, yang menyebabkan kesalahan dalam pemisahan kromosom dan menghambat perkembangan embrio. Pada sel kumulus, hal ini mengganggu fungsi lisosom dan mengganggu keseimbangan protein, sehingga merusak lingkungan yang penting untuk pematangan sel telur.Tim peneliti melakukan pengujian terhadap rapamycin, obat yang diketahui menghambat translasi ribosom. Eksperimen menunjukkan bahwa rapamycin efektif mengurangi aktivitas ribosom dan memulihkan keseimbangan protein, sehingga meningkatkan kualitas sel telur dan lingkungan ovarium.Dalam sebuah studi uji klinis, sejumlah wanita yang sebelumnya mengalami kegagalan perkembangan embrio dalam reproduksi berbantuan (assisted reproduction) menjalani pengobatan rapamycin jangka pendek. Intervensi ini membantu mereka menghasilkan blastokista berkualitas tinggi, yang menghasilkan kehamilan yang sukses dan kelahiran hidup (live birth)."Hasil awalnya menggembirakan, membuka jalan baru untuk memahami dan menangani infertilitas yang berkaitan dengan usia," ujar Wu Xueqing dari Rumah Sakit Anak Shanxi. "Namun, uji klinis multipusat yang lebih besar diperlukan untuk memverifikasi lebih lanjut kemanjurannya dan mengoptimalkan protokol pengobatan."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Nvidia dan OpenAI bekerja sama dengan UEA dalam proyek ambisius pusat data AI ‘Stargate’
Indonesia
•
26 May 2025

COVID-19 - Ilmuwan Rusia umumkan hasil uji klinis Avifavir mampu tekan virus
Indonesia
•
05 Aug 2020

Tim peneliti China identifikasi mekanisme pengatur kandungan vitamin E dan glukosinolat pada kanola
Indonesia
•
13 Feb 2025

Peneliti Taiwan kembangkan obat kanker yang menjanjikan
Indonesia
•
17 Aug 2021


Berita Terbaru

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026

AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa
Indonesia
•
11 Mar 2026

Pengelolaan ternak temporal solusi konflik manusia-satwa liar
Indonesia
•
12 Mar 2026
