
Peneliti ungkap Ledakan Kambrium berhubungan dengan peningkatan kadar oksigen di laut

Anemon laut dan ikan badut terlihat di peternakan laut Pulau Wuzhizhou di Sanya, Provinsi Hainan, China selatan, pada 17 Mei 2024. (Xinhua/Yang Guanyu)
Ledakan Kambrium terjadi sekitar periode Kambrium awal, sekitar 541 juta tahun silam. Selama periode ini, terjadi peningkatan pesat dalam hal keanekaragaman taksonomi, disparitas morfologi, dan kompleksitas ekologis hewan purba.
Hefei, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti China baru-baru ini menemukan hubungan antara peningkatan kadar oksigen di laut (oksigenasi laut) dan evolusi hewan purba, yang memberikan petunjuk baru tentang Ledakan Kambrium.Ledakan Kambrium terjadi sekitar periode Kambrium awal, sekitar 541 juta tahun silam. Selama periode ini, terjadi peningkatan pesat dalam hal keanekaragaman taksonomi, disparitas morfologi, dan kompleksitas ekologis hewan purba.Oksigenasi laut global selama ini diduga sebagai pendorong utama evolusi pesat tersebut. Namun, beberapa temuan terbaru menunjukkan bahwa kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme dasar hewan purba mungkin sudah terpenuhi.Sebagian orang memandang oksigenasi lautan sebagai akibat dari Ledakan Kambrium, bukan sebagai penyebabnya. Oksigenasi lautan juga dapat memengaruhi evolusi hewan melalui siklus umpan balik positif.Dengan demikian, hubungan mekanistik antara oksigenasi laut dan evolusi hewan purba masih merupakan misteri.Guna memahami kondisi kelayakan habitat laut pada periode Ledakan Kambrium, para peneliti dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China menganalisis kandungan barium berlebih dan komposisi isotop dari batuan serpih hitam Kambrium yang mengandung logam di Blok Yangtze, China selatan.Mereka menemukan bahwa oksigenasi laut global di seluruh periode transisi Ediacaran-Kambrium mungkin telah meningkatkan reservoir sulfat melalui oksidasi sulfida dan secara bersamaan menurunkan reservoir barium melalui pengendapan barit.Konsentrasi barium yang tinggi di dalam air dapat menghambat tingkat kelangsungan hidup hewan air. Sementara itu, penghilangan sulfat dan barium yang berbahaya bagi hewan dapat meningkatkan kelayakan habitat laut untuk Ledakan Kambrium hewan-hewan purba.Studi ini diterbitkan dalam jurnal National Science Review.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Helikopter AC311A buatan China lulus uji ‘sling flight’ di Lhasa
Indonesia
•
09 Jun 2024

OpenAI luncurkan peramban baru Atlas, tantang dominasi Google secara langsung
Indonesia
•
28 Oct 2025

Ilmuwan usulkan strategi untuk pelajari kecerdasan kognitif yang terinspirasi dari otak
Indonesia
•
09 Oct 2023

Stasiun luar angkasa China capai regenerasi sumber daya oksigen 100 persen
Indonesia
•
19 Apr 2023


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
