Menlu Lebanon serukan penyelidikan internasional atas serangan di Majdal Shams

Foto yang diabadikan pada 28 Juli 2024 ini menunjukkan lokasi serangan roket di kota Druze, Majdal Shams, di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. (Xinhua/JINI/Ayal Margolin)
Lebanon menentang penargetan warga sipil di mana pun di dunia, baik di Jalur Gaza, Lebanon, maupun Israel, dan mengutuk pihak mana pun yang menargetkan warga sipil.
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Lebanon Abdallah Bou Habib pada Ahad (28/7) menyerukan penyelidikan atas serangan pada sehari sebelumnya di kota Druze, Majdal Shams, di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, yang menewaskan 12 orang.Bou Habib menyebut bahwa serangan di Majdal Shams pasti "dilakukan oleh organisasi lain, atau pasti merupakan kesalahan Israel, atau kesalahan Hizbullah," dan menyerukan "investigasi internasional atau pertemuan komite tripartit melalui Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) guna menemukan kebenaran terkait hal ini."Sebelumnya, Hizbullah membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut.Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon, Bou Habib menekankan sikap Lebanon yang menentang penargetan warga sipil di mana pun di dunia, baik di Jalur Gaza, Lebanon, maupun Israel, dan mengutuk pihak mana pun yang menargetkan warga sipil.Bou Habib memperingatkan bahwa serangan berskala besar Israel ke Lebanon akan menyebabkan "pecahnya perang regional."Bou Habib menyerukan "implementasi penuh dan menyeluruh atas Resolusi PBB 1701 dari kedua belah pihak," dan menekankan bahwa "serangan besar oleh Israel ke Lebanon akan berujung pada memburuknya situasi di kawasan tersebut dan meletusnya perang regional."Setelah dikeluarkannya Resolusi PBB 1701, yang mengakhiri perang antara Israel dan Hizbullah pada 2006, pertemuan tripartit rutin diadakan di bawah kepemimpinan UNIFIL di markas besarnya di Lebanon selatan, yang mempertemukan para pejabat Lebanon dan Israel, sebuah mekanisme penting untuk mengelola konflik.Perbatasan Lebanon-Israel mengalami peningkatan ketegangan sejak 8 Oktober 2023 setelah Hizbullah menembakkan puluhan roket ke arah Israel untuk mendukung serangan Hamas terhadap Israel sehari sebelumnya, yang mendorong Israel membalas dengan menembakkan artileri berat ke wilayah tenggara Lebanon.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Topan Haikui mendarat di wilayah China timur dan selatan
Indonesia
•
06 Sep 2023

Malaysia akan hapuskan hukuman mati
Indonesia
•
10 Jun 2022

Pemerintah Taiwan yakinkan Festival Lentera aman dikunjungi
Indonesia
•
08 Feb 2020

Gedung Putih setuju kirim lebih banyak bom ke Israel di hari Israel serang pekerja bantuan
Indonesia
•
05 Apr 2024
Berita Terbaru

Rusia terima Ukraina yang netral dan bersahabat sebagai tetangga di masa depan
Indonesia
•
06 Feb 2026

Trump melunak soal Perjanjian Chagos Inggris usai bicara dengan Starmer
Indonesia
•
07 Feb 2026

Perjanjian pengurangan senjata nuklir Rusia dan AS berakhir, perdamaian dunia terancam
Indonesia
•
06 Feb 2026

Rudal Khorramshahr-4 siap luncur di situs bawah tanah Iran jelang pembicaraan dengan AS
Indonesia
•
06 Feb 2026
