Lautan pelayat iringi pemakaman Ali Khamenei di Teheran, seruan balas dendam menggema

Warga menghadiri prosesi penghormatan terakhir untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei di Teheran, Iran, pada 6 Juli 2026. (Xinhua/Kantor Berita Mehr)

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Kerumunan besar massa dari seluruh penjuru Iran memadati jalan-jalan di Teheran pada Senin (6/7) untuk menghadiri prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel pada akhir Februari lalu.

Prosesi ini, yang digelar setelah dua hari upacara penghormatan terakhir di aula salat Mosalla Imam Khomeini di pusat kota Teheran, juga dihadiri oleh sejumlah besar pejabat Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Kehakiman Gholamhossein Mohseni-Ejei, Ketua Majelis Pakar Ahmad Jannati, Ketua Dewan Penentu Kebijakan Sadeq Amoli Larijani, dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Mohammad Baqer Zolqadr, serta jajaran menteri kabinet.

Mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad juga tampak hadir dalam upacara tersebut, meskipun beberapa laporan sebelumnya menyebutkan dirinya tewas dalam serangan AS-Israel, menurut kantor berita semiresmi Iran, Fars.

Prosesi dimulai pada pukul 06.00 waktu setempat (09.30 WIB), dan para pelayat mengiringi peti jenazah sang mendiang pemimpin tertinggi beserta anggota keluarganya, yang juga tewas dalam serangan yang sama, di sepanjang rute lebih dari 10 km yang dimulai dari Jalan Damavand di Teheran timur hingga Alun-Alun Azadi dan Jalan Raya Lashgari di sebelah barat ibu kota.

Para pelayat yang berduka tampak membawa foto mendiang pemimpin tersebut dan mengibarkan bendera Iran serta ribuan spanduk merah yang melambangkan pembalasan, sambil meneriakkan slogan-slogan mengecam AS dan Israel.

Mereka menyerukan pembalasan atas pembunuhan pemimpin mereka, dan berjanji untuk meneruskan perjuangannya.

Prosesi berakhir sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Warga mengikuti prosesi penghormatan terakhir untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei di Teheran, Iran, pada 6 Juli 2026. (Xinhua/Kantor Berita Mehr)

Upacara penghormatan terakhir selama dua hari untuk mendiang pemimpin tertinggi tersebut dimulai di aula salat Mosalla Imam Khomeini pada Sabtu (4/7) pagi, dan menarik kehadiran sejumlah besar warga dari seluruh penjuru negeri.

Acara selama dua hari itu berlangsung setelah upacara di Teheran pada Jumat (3/7), saat para pejabat tinggi Iran dan asing memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin tersebut.

Pada Selasa (7/7), sebuah prosesi pemakaman akan digelar di Kota Qom, Iran tengah. Setelah itu, jenazah sang mendiang pemimpin akan dibawa ke Irak untuk rangkaian upacara lebih lanjut di kota Najaf dan Karbala pada Rabu (8/7).

Presiden Iran dijadwalkan melakukan perjalanan ke Irak untuk menghadiri upacara tersebut, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA

Beberapa media Iran juga melaporkan bahwa Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Mostafa Khamenei, putra sulung sang mendiang pemimpin, juga akan menghadiri upacara di Irak.

Khamenei akan dimakamkan di Kota Mashhad di Iran timur laut pada Kamis (9/7).

Ali Khamenei menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran selama hampir 37 tahun. Dia tewas dalam serangan AS dan Israel di Teheran pada 28 Februari. Putranya, Mojtaba Khamenei, terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru pada Maret. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait