
Kelompok sipil Korea Selatan berunjuk rasa tolak latihan militer gabungan dengan AS

Orang-orang berkumpul dalam sebuah aksi unjuk rasa untuk menolak latihan militer gabungan Korea Selatan dengan Amerika Serikat di depan kantor kepresidenan di pusat kota Seoul, Korea Selatan, pada 19 Agustus 2024. (Xinhua/Yao Qilin)
Latihan militer gabungan Korsel dengan Amerika Serikat dinilai telah meningkatkan konfrontasi dan krisis perang di dan sekitar Semenanjung Korea.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Kelompok perdamaian Korea Selatan menggelar sebuah aksi unjuk rasa pada Senin (19/8) untuk menolak latihan militer gabungan negara Asia itu dengan Amerika Serikat (AS), yang menurut mereka telah meningkatkan konfrontasi dan krisis perang di dan sekitar Semenanjung Korea.Para demonstran dari kelompok sipil Solidaritas untuk Perdamaian dan Reunifikasi Korea (Solidarity for Peace and Reunification of Korea/SPARK) berkumpul di dekat kantor kepresidenan di pusat kota Seoul, yang juga merupakan lokasi kantor pusat Kementerian Pertahanan, untuk menyerukan perdamaian di Semenanjung Korea.Sambil mengangkat spanduk dan poster bertuliskan slogan "Hentikan latihan yang mengintensifkan konfrontasi nuklir dan mendorong krisis perang" dan "Hentikan pembentukan aliansi Korea (Selatan)-AS-Jepang," para pengunjuk rasa berteriak, "Menentang partisipasi dalam latihan militer (Korea Selatan)-AS.""Konfrontasi nuklir dan krisis perang dapat berakhir dengan perang nuklir, yang akan menyebabkan kepunahan rakyat kita dan, jika meluas, menyebabkan bencana nuklir di Asia Timur Laut," kata salah seorang demonstran."Bahkan sekarang, otoritas berwenang Korea Selatan dan Amerika Serikat harus segera menghentikan latihan militer gabungan yang ilegal dan menyebabkan konfrontasi serta krisis perang di Semenanjung Korea dan di Asia Timur Laut," tuturnya."Kami di sini untuk memperingatkan Anda bahwa apa yang akan dihasilkan dari (latihan militer) ini bukanlah perdamaian, melainkan perang. Ini bukanlah perdamaian yang dapat diwujudkan oleh aliansi perang (Korea Selatan)-AS-Jepang, aliansi nuklir, dan latihan serangan pencegahan," kata demonstran lainnya.Latihan Ulchi Freedom Shield (UFS), latihan militer musim panas tahunan yang menampilkan manuver lapangan, latihan pos komando yang disimulasikan komputer, dan latihan pertahanan sipil, dimulai lebih awal pada hari itu dan dijadwalkan akan berlangsung hingga 29 Agustus.Korea Selatan mengeklaim bahwa latihan UFS bersifat defensif, tetapi Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) mengecam latihan tersebut sebagai persiapan untuk invasi ke utara.
Orang-orang berkumpul dalam sebuah aksi unjuk rasa untuk menolak latihan militer gabungan Korea Selatan dengan Amerika Serikat di depan kantor kepresidenan di pusat kota Seoul, Korea Selatan, pada 19 Agustus 2024. (Xinhua/Yao Qilin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel blokir bantuan kemanusiaan ke Gaza seiring mandeknya perundingan gencatan senjata
Indonesia
•
04 Mar 2025

Haji1441 - Saudi tetapkan denda pelanggaran izin haji 10.000 riyal
Indonesia
•
13 Jul 2020

Industri penerbangan Taiwan diakui global, layak ikut dalam ICAO
Indonesia
•
23 Sep 2025

COVID-19 – Lebih dari separuh warga Amerika terinfeksi virus
Indonesia
•
28 Apr 2022


Berita Terbaru

Serangan Houthi lumpuhkan Pelabuhan Mocha, kerugian Yaman capai 286 miliar rupiah
Indonesia
•
16 Aug 2026

Iran bantah klaim Trump, tegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz
Indonesia
•
15 Aug 2026

Pilot Air India positif ganja, tes narkoba kini wajib bagi seluruh pilot
Indonesia
•
15 Aug 2026

Serangan siber bobol data medis 19 juta warga Polandia, 2 terabita informasi dicuri
Indonesia
•
15 Aug 2026
