
Survei: 2050, jumlah lansia tanpa kerabat dekat di Jepang bakal capai 10 persen lebih

Seorang pengunjung lansia terlihat di Museum Seni Kyocera Kota Kyoto (Kyoto City Kyocera Museum of Art) di Kyoto, Jepang, pada 25 Maret 2022. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Lansia yang tidak memiliki keluarga dekat di Jepang dan dinyatakan membutuhkan perawatan ataupun dukungan jangka panjang di bawah asuransi perawatan jangka panjang publik diperkirakan akan meningkat dari 340.000 menjadi 590.000 jiwa pada 2050.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah survei terbaru mengungkapkan jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas di Jepang yang tidak memiliki kerabat dekat diperkirakan akan meningkat sekitar 1,5 kali lipat pada 2050 hingga mencapai lebih dari 10 persen dari populasi lansia, lapor media lokal pada Ahad (6/10).Mereka yang berusia 65 tahun ke atas tanpa sanak saudara hingga derajat ketiga, termasuk cicit dan anak-anak dari keponakan perempuan atau laki-laki, akan mencapai 4,48 juta orang, sekitar 11,5 persen dari keseluruhan populasi lansia, yang diperkirakan akan mencapai 39 juta orang pada 2050, demikian hasil survei yang dilakukan oleh Japan Research Institute.Seiring semakin sedikitnya orang yang menikah di negara yang menua itu, perkiraan tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai siapa yang akan bertindak sebagai penjamin mereka untuk rumah sakit dan panti wreda, serta siapa yang akan menerima jenazah mereka, lapor Kyodo News.Hukum Perdata Jepang menempatkan tanggung jawab pada kerabat hingga derajat ketiga untuk menghidupi anggota keluarga mereka yang lanjut usia, kata laporan itu.Lansia yang tidak memiliki keluarga dekat dan dinyatakan membutuhkan perawatan ataupun dukungan jangka panjang di bawah asuransi perawatan jangka panjang publik diperkirakan akan meningkat dari 340.000 menjadi 590.000 jiwa pada 2050, menurut perkiraan berdasarkan data dari Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial (National Institute of Population and Social Security Research) Jepang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mahasiswa Indonesia di kota kelahiran kereta peluru Fuxing bagikan kisahnya tentang kereta cepat di China
Indonesia
•
19 Oct 2023

Media: Pengunjung Piala Dunia 2026 dan Olimpiade 2028 harus diperingatkan soal kekerasan senjata di AS
Indonesia
•
16 Feb 2023

Komunitas Tionghoa di Venezuela sumbangkan 500 ton barang bantuan bagi korban gempa
Indonesia
•
28 Jun 2026

Gempa magnitudo 6,1 di Afghanistan tewaskan 950 orang
Indonesia
•
22 Jun 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
