Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri

Gambar simulasi ini menggambarkan produksi anti-hiperhidrogen-4, sebuah hipernukleus antimateri baru yang diamati oleh sebuah tim peneliti gabungan yang terdiri dari fisikawan China dan mancanegara. (Xinhua/Institut Fisika Modern Akademi Ilmu Pengetahuan China)

Laboratorium fisika partikel Eropa berhasil mengangkut sebuah perangkap berisi antiproton menggunakan truk melintasi lokasi utamanya, menandai kemajuan pertama di dunia dalam pemindahan antimateri.

 

Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah laboratorium fisika partikel Eropa pada Selasa (24/3) berhasil mengangkut sebuah perangkap berisi antiproton menggunakan truk melintasi lokasi utamanya, menandai kemajuan pertama di dunia dalam pemindahan antimateri.

Antimateri merupakan kelas partikel dengan muatan dan paritas yang berlawanan dengan materi biasa dan sulit untuk dipertahankan mengingat keduanya akan saling memusnahkan ketika bersentuhan.

Oleh karena itu, para ilmuwan di CERN, salah satu pusat penelitian nuklir terbesar di dunia, sangat berhati-hati ketika memindahkan 92 antiproton di dalam botol yang dirancang khusus menggunakan medan magnet untuk menjebak partikel-partikel tersebut, memuatnya ke dalam truk untuk perjalanan singkat, dan melanjutkan eksperimen setelah pemindahan itu.

Menurut CERN, eksperimen ini bertujuan memindahkan antiproton ke laboratorium tempat antiproton dapat dipelajari dengan presisi yang lebih tinggi dibandingkan di "pabrik antimateri", satu-satunya tempat di dunia di mana antiproton diproduksi dan disimpan.

Mesin-mesin di pabrik antimateri "menghasilkan fluktuasi medan magnet yang membatasi seberapa jauh kami dapat meningkatkan pengukuran berpresisi," kata Stefan Ulmer, juru bicara uji coba tersebut pada Selasa. Eksperimen ini harus dipindahkan ke luar gedung guna mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang antiproton, imbuhnya.

Christian Smorra, pemimpin proyek tersebut, mengatakan dibutuhkan setidaknya 8 jam untuk mencapai lokasi tujuan pertama mereka, yakni Universitas Heinrich Heine Dusseldorf di Jerman. "Apa yang kami capai hari ini dengan antiproton merupakan lompatan besar menuju tujuan kami," ujarnya.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait