
‘Bahan kimia abadi’ terdeteksi di dalam darah lebih dari 85 persen warga Australia

Ilustrasi. (Alex on Unsplash)
PFAS merujuk pada kelompok zat yang terdiri dari 4.000 lebih bahan kimia yang juga dikenal sebagai ‘bahan kimia abadi’ karena dapat bertahan lama di lingkungan dan tubuh manusia. Paparan terhadap beberapa jenis PFAS dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker tertentu.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tiga jenis “bahan kimia abadi" terdeteksi di dalam darah pada lebih dari 85 persen warga Australia, demikian menurut data resmi terbaru.Biro Statistik Australia (Australian Bureau of Statistics/ABS) pada Selasa (27/5) untuk pertama kalinya menerbitkan data mengenai kadar zat PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances) di kalangan warga Australia.Lembaga tersebut menguji 11 jenis PFAS di dalam darah warga berusia 12 tahun ke atas yang berpartisipasi dalam Survei Pengukuran Kesehatan Nasional (National Health Measures Survey), dan mendeteksi tiga jenis PFAS di dalam lebih dari 85 persen partisipan.PFAS merujuk pada kelompok zat yang terdiri dari 4.000 lebih bahan kimia yang juga dikenal sebagai ‘bahan kimia abadi’ karena dapat bertahan lama di lingkungan dan tubuh manusia. Paparan terhadap beberapa jenis PFAS dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker tertentu.ABS menemukan PFOS (perfluorooctanesulfonic acid), jenis PFAS yang digunakan dalam busa pemadam kebakaran, peralatan masak, dan tekstil, di dalam darah 99,1 persen pria dan 98,3 persen wanita Australia.Sementara itu, PFOA (perfluorooctanoic acid) terdeteksi di dalam darah 98,1 persen pria dan 94 persen wanita.Pada 2023, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker mengklasifikasikan PFOA sebagai zat karsinogenik bagi manusia dan PFOS sebagai zat berpotensi karsinogenik bagi manusia.Selain itu, PFHxS (perfluorohexanesulfonic acid) ditemukan di dalam darah 93,6 persen pria dan 82,8 persen wanita Australia, lanjut ABS.Dua zat lainnya terdeteksi pada 15 hingga 45 persen partisipan, sementara enam zat sisanya terdeteksi pada kurang dari 10 persen partisipan.James Eynstone-Hinkins, kepala statistik kesehatan di ABS, mengatakan bahwa orang yang lebih tua pada umumnya memiliki kadar PFAS yang lebih tinggi, dan kadar ini secara umum lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita.Dia mengatakan data ini akan membantu menetapkan "patokan nasional" untuk kadar PFAS dalam populasi Australia serta memungkinkan pemantauan di masa depan dan mendukung penelitian lanjutan terkait dampak bahan kimia tersebut terhadap kesehatan manusia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti Australia kembangkan alat AI untuk perangi gambar ‘deepfake’ berbahaya
Indonesia
•
12 Nov 2025

Spesies tumbuhan baru ditemukan di China selatan
Indonesia
•
17 Jul 2024

Aramco pakai teknologi canggih operasikan sumur minyak
Indonesia
•
20 Oct 2019

Studi ungkap cara bunga matahari maksimalkan penyerapan sinar matahari secara kolektif
Indonesia
•
20 Aug 2024


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
