
Kuwait usir dua diplomat Iran setelah serangan rudal, ketegangan memanas

Sejumlah penumpang berjalan menuju gerbang keberangkatan di Terminal 1 di Bandar Udara Internasional Kuwait di Kegubernuran Farwaniya, Kuwait, pada 1 Juni 2026. (Xinhua/Asad)
Kuwait City, Kuwait (Xinhua/Indonesia Window) – Kuwait pada Rabu (3/6) memanggil kuasa usaha (charge d'affaires) Iran, mengusir dua diplomat Iran dan mengurangi skala misi diplomatik Iran di negara tersebut, serta menegaskan kembali wilayah dan ruang udaranya tidak dipergunakan untuk menyerang "negara mana pun".
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, Kementerian Luar Negeri Kuwait menyampaikan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Hamad Sulaiman Al-Mashaan telah menyerahkan nota protes resmi kepada Hamid Yaqoubi Far, kuasa usaha di Kedutaan Besar Iran di Kuwait, perihal serangan yang terus berlangsung tersebut.
Kementerian itu menuturkan Kuwait telah menetapkan dua anggota misi diplomatik Iran sebagai persona non grata dan memerintahkan mereka untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 24 jam.
Al-Mashaan mengatakan keputusan itu diambil sebagai respons atas apa yang dia gambarkan sebagai serangan "berkelanjutan dan terang-terangan" yang melibatkan rudal balistik dan drone. Al-Mashaan menyebut hal itu melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Kuwait, serta hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait.
Menegaskan kembali posisi Kuwait, Al-Mashaan menuturkan negara itu "secara tegas menolak" penggunaan wilayah atau ruang udaranya bagi tindakan permusuhan terhadap negara mana pun.
Wakil menteri itu juga menepis klaim Iran yang menyebut Amerika Serikat melancarkan serangan dari Kuwait. Dia mengatakan tudingan Iran terhadap Kuwait "tak berdasar" dan klaim semacam itu tidak dapat membenarkan serangan ke wilayah atau fasilitas sipil Kuwait.
Perkembangan situasi itu terjadi beberapa jam setelah otoritas Kuwait melaporkan serangan rudal dan drone Iran terbaru yang menargetkan fasilitas sipil dan strategis, termasuk Bandar Udara Internasional Kuwait.
Menurut Kementerian Luar Negeri Kuwait, serangan itu menewaskan satu orang, melukai puluhan warga sipil, dan menyebabkan kerusakan infrastruktur utama serta kompleks diplomatik.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Inggris umumkan tambahan 75 juta poundsterling untuk perkuat keamanan perbatasan
Indonesia
•
05 Nov 2024

COVID-19 – Xi: China akan sediakan 2 miliar vaksin untuk dunia tahun ini
Indonesia
•
06 Aug 2021

Persatuan Jurnalis Rusia anugerahkan penghargaan kepada Julian Assange
Indonesia
•
09 Sep 2020

Pengadilan Saudi batalkan putusan atas wartawan dalam kasus pencemaran nama baik
Indonesia
•
01 Dec 2020


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
