
Kura-kura tertua di dunia rayakan ulang tahun ke-190

Jonathan the Seychelles Giant Tortoise, tahun 2022 berusia 190 tahun, menjadi hewan darat tertua yang masih hidup di dunia, dan juga dinobatkan sebagai kura-kura tertua yang pernah ada. (Wikipedia)
Kura-kura tertua di dunia, Jonathan the Seychelles Giant Tortoise, merayakan ulang tahunnya yang ke-190 – kurang lebih – di St. Helena di Atlantik Selatan yang terpencil, tempat Napoleon Bonaparte meninggal di pengasingan pada tahun 1821.
Jakarta (Indonesia Window) – Lahir tidak lama setelah Napoleon Bonaparte meninggal (1821), Jonathan si kura-kura kini telah resmi menjadi hewan darat tertua yang diketahui hidup di Bumi.Jonathan the Seychelles Giant Tortoise merayakan ulang tahunnya yang ke-190 – kurang lebih – di St. Helena di Atlantik Selatan yang terpencil, tempat kaisar Prancis yang kalah itu meninggal di pengasingan pada tahun 1821.Jonathan, diyakini berdasarkan pengukuran cangkang, ditetaskan sekitar tahun 1832, dan dia dibawa ke wilayah seberang laut Inggris dari Seychelles 50 tahun kemudian.Dia menjalani ‘masa pensiun’ yang nyaman di Plantation House, kediaman resmi gubernur St. Helena, di mana hari ulang tahunnya ditandai dengan berbagai acara sepanjang akhir pekan termasuk penerbitan stempel khusus.Puncak perayaan akan digelar pada Ahad (4/12) dengan ‘kue ulang tahun’ yang terbuat dari makanan favorit Jonathan.Dia sangat menyukai wortel, selada, mentimun, apel, dan pir, menurut sang pawang yang diwawancarai oleh AFP pada tahun 2017.Di awal tahun ini, Jonathan diberi gelar Rekor Dunia Guinness sebagai hewan darat tertua yang masih hidup di dunia, dan bulan ini juga dinobatkan sebagai kura-kura tertua yang pernah ada.“Ketika Anda berpikir, jika dia ditetaskan pada tahun 1832 – era Georgia – ya ampun, betapa lamanya dia hidup di dunia,” kata Joe Hollins, pensiunan dokter hewan yang menjadi pengasuh utama Jonathan saat ini.“Perang dunia, kebangkitan dan kejatuhan Kerajaan Inggris, banyaknya gubernur, raja dan ratu yang telah berlalu, itu sangat luar biasa,” katanya. "Dan dia di sini, bersenang-senang."Sementara mereka berharap agar Jonathan masih terus hidup selama bertahun-tahun ke depan, otoritas St. Helena telah membuat rencana untuk kematian terakhir hewan chelonian yang terhormat itu, yakni dengan menyimpan cangkangnya untuk anak cucu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kisah – Mahasiswa Indonesia dalami kungfu di kamp pelatihan seni bela diri di Shanxi, China
Indonesia
•
15 Oct 2024

35 orang tewas dan 43 terluka akibat serangan menabrakkan mobil di pusat olahraga di China selatan
Indonesia
•
15 Nov 2024

Gurun Badain Jaran di China masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO
Indonesia
•
27 Jul 2024

Presiden Meksiko janji tak ada impunitas dalam kasus kebakaran yang tewaskan puluhan migran
Indonesia
•
30 Mar 2023


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
