
Kuba terseret ke dalam krisis kemanusiaan akibat BBM langka

Sebuah pesawat terlihat di Bandar Udara Internasional Jose Marti di Havana, Kuba, pada 14 Februari 2026. (Xinhua/Joaquin Hernandez)
Kelangkaan bahan bakar di Kuba membatasi pengoperasian truk makanan dan air, dengan puluhan kontainer berisi bantuan masih menunggu di pelabuhan.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Kelangkaan bahan bakar di Kuba memicu krisis kemanusiaan dengan sistem kesehatan negara pulau tersebut sudah mendekati titik kritis, kata seorang juru bicara (jubir) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (10/3).
"Kami tetap sangat prihatin dengan memburuknya situasi yang dipicu oleh ketidakmampuan untuk mengimpor bahan bakar," kata Stephane Dujarric, jubir utama Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. "Hal ini telah memicu krisis energi," sambungnya.
Badan dunia tersebut sedang berkoordinasi dengan negara-negara anggota, termasuk Amerika Serikat (AS), agar bantuan dapat disalurkan tanpa hambatan, kata Dujarric dalam sebuah pengarahan.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan fasilitas rumah sakit kerap mengalami pemadaman listrik, kekurangan stok obat-obatan penting, ketidakmampuan mengoperasikan peralatan krusial, serta menghadapi gangguan serius dalam perawatan onkologi, dialisis, layanan gawat darurat, perawatan ibu dan bayi, sistem rantai dingin, serta perawatan kronis dan nondarurat.
Kantor tersebut mengatakan sekitar 16.000 pasien kanker membutuhkan radioterapi, dan lebih dari 12.000 pasien yang bergantung pada kemoterapi tidak dapat memperoleh perawatan yang dibutuhkan akibat pemadaman listrik dan kekurangan sumber daya. Ambulans juga mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar, menyebabkan tertundanya perawatan darurat.
Dikatakan OCHA, hampir 1 juta orang bergantung pada air yang diantarkan oleh truk-truk tangki air, yang membutuhkan bahan bakar. Lebih dari 80 persen infrastruktur pemompaan air bergantung pada listrik, yang mengakibatkan gangguan layanan secara luas dan berkepanjangan.
"Rantai pasokan makanan, mulai dari produksi hingga penyimpanan dan distribusi, semakin terdampak, dengan sistem rantai dingin mengalami gangguan, rute transportasi semakin terhambat, dan penurunan ketersediaan bahan pangan pokok di seluruh negeri," kata kantor tersebut.
Menurut OCHA, para mitra kemanusiaannya terus berupaya membantu, tetapi kelangkaan bahan bakar membatasi pengoperasian truk makanan dan air, dengan puluhan kontainer berisi bantuan masih menunggu di pelabuhan.
Pemerintah AS bulan lalu mengumumkan bahwa pihaknya mengizinkan sejumlah pasokan minyak masuk ke Kuba, tetapi minyak itu hanya bisa dijual ke sektor swasta, bukan pemerintah. Sebelumnya, Washington melarang masuknya minyak dari Venezuela ke Kuba.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pernyataan Trump membingungkan soal kapan perang AS di Iran berakhir
Indonesia
•
12 Mar 2026

Presiden China hadiri KTT G20, pertemuan APEC, dan kunjungi Thailand
Indonesia
•
12 Nov 2022

Trump dilantik sebagai Presiden ke-47 AS
Indonesia
•
21 Jan 2025

Putin sebut hubungan Rusia-AS berada dalam "krisis yang serius"
Indonesia
•
07 Apr 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
