
Astronom gunakan LAMOST untuk lacak 1.300 lebih kuasar baru di balik bidang galaksi

Foto yang diabadikan pada 19 Juni 2015 ini menunjukkan Large Sky Area Multi-Object Fiber Spectroscopic Telescope (LAMOST) di stasiun pengamatan Xinglong yang berada di Observatorium Astronomi Nasional China di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) di Xinglong, Provinsi Hebei, China utara. (Xinhua/Wang Xiao)
Kuasar di balik bidang galaksi merupakan pelacak yang sangat baik untuk menyelidiki proses kimia dan kinematika media antarbintang dan antargalaksi di Galaksi Bima Sakti.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sekelompok astronom menemukan lebih dari 1.300 kuasar baru di balik bidang Galaksi Bimasakti menggunakan Large Sky Area Multi-Object Fiber Spectroscopic Telescope (LAMOST) China. Kalangan ilmuwan mengatakan hasil penemuan tersebut membantu memberikan petunjuk baru bagi beberapa isu penting dalam penelitian kosmis.Kuasar merupakan inti galaksi aktif yang luar biasa terang di alam semesta nan jauh. Para astronom berkomitmen untuk menemukan lebih banyak kuasar demi mempelajari berbagai isu kosmis, seperti struktur alam semesta berskala besar, lubang hitam supermasif, reionisasi kosmis, serta pembentukan dan evolusi galaksi.Tim peneliti yang melibatkan para astronom dari Observatorium Astronomi Nasional China, Universitas Peking, Universitas Akademi Ilmu Pengetahuan China, Beijing Normal University, dan Universitas Leiden Belanda menggunakan LAMOST untuk melakukan survei spektroskopi dan mengidentifikasi 1.982 kuasar, di mana 1.338 kuasar di antaranya merupakan kuasar yang baru ditemukan, demikian menurut studi yang diterbitkan dalam Astrophysical Journal Supplement Series.Bidang Galaksi merupakan wilayah di dalam Galaksi Bimasakti di mana bintang-bintang, gas, dan debu sangat terkonsentrasi (mengumpul padat), sehingga membentuk piringan raksasa yang membentang di seantero galaksi tersebut. Survei kuasar berskala besar umumnya berfokus pada wilayah lintang tinggi pada Galaksi Bimasakti di langit utara dan selatan, dan biasanya tidak mencakup wilayah bidang galaksi.Menurut Wu Xuebing, pemimpin penelitian sekaligus profesor di Jurusan Astronomi, Fakultas Fisika, Universitas Peking, kepunahan debu yang tinggi dan distribusi bintang yang padat di bidang Galaksi membuat pencarian kuasar di balik bidang galaksi menjadi sangat sulit.Penemuan ini menunjukkan kepada para peneliti tentang potensi pencarian kuasar di balik wilayah bidang Galaksi Bimasakti berdasarkan survei spektroskopi, tambah Wu.Kuasar di balik bidang Galaksi merupakan pelacak yang sangat baik untuk menyelidiki proses kimia dan kinematika media antarbintang dan antargalaksi di Galaksi Bima Sakti, kata peneliti pertama makalah ini, Huo Zhiying, dari Observatorium Astronomi Nasional China.Selain itu, kuasar-kuasar tersebut akan mengisi kekosongan dalam distribusi spasial kuasar yang telah diketahui di dekat bidang galaksi, dan dapat digunakan untuk membangun kerangka referensi astrometri, tambah Huo.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China tambahkan 29 jurusan baru dalam katalog pendidikan tinggi
Indonesia
•
24 Apr 2025

Bangladesh resmikan pabrik pupuk ramah lingkungan pertama
Indonesia
•
14 Nov 2023

Studi ungkap Cekungan Qaidam berpotensi jadi basis energi terbarukan China
Indonesia
•
27 Mar 2023

Tim ilmuwan China rancang kulit elektronik ‘3D bio-inspired’
Indonesia
•
07 Jun 2024


Berita Terbaru

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026

AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa
Indonesia
•
11 Mar 2026

Pengelolaan ternak temporal solusi konflik manusia-satwa liar
Indonesia
•
12 Mar 2026
