Peneliti ciptakan jaringan saraf untuk simulasikan pembentukan konsep pada manusia

Ilustrasi. (Shawn Day on Unsplash)
Kerangka jaringan saraf baru CATS Net memungkinkan kecerdasan buatan membentuk konsep dari data sensorik mentah seperti penglihatan dan pendengaran, menyimulasikan aspek fundamental dari kognisi manusia.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para ilmuwan China mengembangkan jaringan saraf baru yang memungkinkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membentuk konsep dari data sensorik mentah seperti penglihatan dan pendengaran, menyimulasikan aspek fundamental dari kognisi manusia, menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Computational Science belum lama ini.
Salah satu kemampuan luar biasa dari otak manusia adalah membentuk representasi konseptual yang lebih abstrak dari pengalaman sensorimotor dan menerapkannya secara fleksibel tanpa bergantung pada input sensorik langsung.
Namun, mekanisme komputasional yang mendasari kemampuan ini sebelumnya masih kurang dipahami. Hal ini berarti model-model bahasa besar pada dasarnya terbatas oleh ketergantungannya pada data linguistik yang sudah ada, sehingga tidak mampu secara spontan menghasilkan konsep baru dari pembelajaran berbasis pengalaman.
Para peneliti dari Institut Automasi di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan Universitas Peking mengusulkan kerangka kerja jaringan saraf baru mereka, yang diberi nama CATS Net, sebagai cara untuk mengatasi keterbatasan ini.
Kerangka kerja ini terdiri dari modul abstraksi konsep dan modul penyelesaian tugas yang dapat secara tepat menginstruksikan kerangka kerja untuk melakukan tugas-tugas seperti pengenalan dan penilaian saat memproses informasi visual, seperti gambar.
Kerangka kerja ini juga dapat secara mandiri menghasilkan beragam konsep baru, membangun ‘ruang konsep’ uniknya sendiri. Setelah ruang konsep dari berbagai sistem AI diselaraskan, mereka dapat langsung mengirimkan pengetahuan menggunakan konsep-konsep tersebut, tanpa perlu melatih ulang dengan data mentah. Proses ini menyimulasikan bagaimana manusia berkomunikasi menggunakan bahasa.
Melalui studi pencitraan otak, para peneliti mengungkapkan bahwa ruang konseptual yang dibangun oleh CATS Net sangat selaras dengan logika kognitif dan linguistik manusia, dan mode operasionalnya sangat mirip dengan aktivitas di area pemrosesan konsep otak manusia.
Hal ini menunjukkan model tersebut melakukan lebih dari sekadar meniru fungsi otak, sekaligus memberikan wawasan tentang mekanisme komputasional yang digunakan manusia untuk membentuk dan menggunakan konsep di dalam otak.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China buat terobosan dalam pencarian materi gelap dengan teknik kuantum
Indonesia
•
15 Nov 2024

Tim peneliti China rancang sistem AI-Chemist untuk fasilitasi eksperimen kimia
Indonesia
•
20 Oct 2022

China luncurkan panduan untuk peta dasar kendaraan pintar
Indonesia
•
10 Mar 2023

PBB konfirmasi 48,8 derajat Celsius sebagai suhu tertinggi yang pernah tercatat di Eropa
Indonesia
•
31 Jan 2024
Berita Terbaru

Mamuju di Sulawesi Barat terpapar radiasi alam 9 kali lebih tinggi dari rata-rata dunia, masuk sorotan PBB
Indonesia
•
01 Mar 2026

Model AI SpecCLIP mampu proses data bintang dari berbagai teleskop
Indonesia
•
27 Feb 2026

Kasus pertama flu burung H5N1 ditemukan pada anjing laut gajah di California
Indonesia
•
27 Feb 2026

Sistem operasi komputer kuantum buatan China, Origin Pilot, dapat diunduh publik
Indonesia
•
27 Feb 2026
