Korea Utara uji hulu ledak tandan rudal jelajah untuk serangan vertikal, diklaim bisa hancurkan area seluas 6 hektare

Foto kombo yang bersumber dari Korean Central News Agency (KCNA) pada 1 November 2026 ini menunjukkan Administrasi Rudal Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) menguji hulu ledak bom tandan yang akan dipasang pada rudal balistik taktis pada 31 Oktober 2026. (KCNA/Xinhua)

Pyongyang, Republik Rakyat Demokratik Korea (Xinhua/Indonesia Window) – Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) menguji hulu ledak tandan (dispersal warhead) untuk rudal jelajah strategis, demikian dilaporkan kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA) pada Selasa (3/11).

Administrasi Rudal RRDK pada Senin (2/11) melakukan uji coba yang disebutnya sebagai "sistem senjata utama" untuk menilai kekuatan hulu ledak tersebut serta karakteristik terbangnya untuk serangan vertikal, ungkap laporan itu.

Hulu ledak tandan ukuran menengah yang dipasang pada rudal jelajah itu "mampu menghancurkan hingga menjadi abu area sasaran seluas 5 hingga 6 hektare dengan daya berkepadatan tertinggi," kata Institut Hulu Ledak yang berafiliasi dengan Administrasi Rudal RRDK dalam penilaiannya, sebagaimana dikutip.

Institut Sistem Rudal Jelajah di bawah naungan Administrasi Rudal RRDK menyebut bahwa pihaknya telah menyempurnakan kemampuan sistem senjata tersebut untuk melancarkan serangan vertikal dengan meningkatkan kemampuan manuver tahap akhir rudal jelajah itu, dengan mempertimbangkan karakteristik alam dan geografis wilayah sasaran, menurut laporan itu.

Direktur jenderal Administrasi Rudal RRDK mengatakan angkatan bersenjata RRDK harus menjaga keamanan negara dan menangkal segala bentuk ancaman, seraya menyebut uji coba pada Senin itu sebagai bagian dari "penelitian ilmiah rutin untuk meningkatkan kekuatan sistem tempur," imbuh laporan tersebut. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait