
China miliki 18 situs baru dalam daftar Lahan Basah yang Penting bagi Dunia

Foto dari udara yang diabadikan pada 1 Februari 2023 ini menunjukkan pemandangan saluran pasang surut yang membeku di lahan basah muara Sungai Liaohe di Panjin, Provinsi Liaoning, China timur laut. (Xinhua/Yang Qing)
Konvensi tentang Lahan Basah terus memperkuat pelestarian autentisitas dan integritas lahan basah, mengimplementasikan rencana perlindungan lahan basah nasional dan proyek perlindungan lahan basah utama, memasukkan lebih banyak lahan basah yang penting ke dalam sistem pengelolaan cagar alam, dan meningkatkan platform kerja sama dan pertukaran internasional.
Beijing, China (Xinhua) – Sebanyak 18 lahan basah di China pada 2022 ditetapkan sebagai Lahan Basah yang Penting bagi Dunia di bawah Konvensi Ramsar tentang Lahan Basah, demikian diumumkan oleh Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China pada Kamis (2/2) saat peringatan Hari Lahan Basah Sedunia ke-27.Lokasi-lokasi baru itu mencakup Lahan Basah Danau Bebek Liar Beijing, sembilan belokan dan 18 tikungan di Pegunungan Khingan Raya, dan Lahan Basah Danau Baima di Huai'an, Provinsi Jiangsu.Menyusul penambahan itu, jumlah Lahan Basah yang Penting bagi Dunia yang berada di China mencapai 82, mencakup area permukaan seluas 7,647 juta hektare, terbesar keempat di dunia, menurut Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China.Tanggal 2 Februari diperingati sebagai Hari Lahan Basah Sedunia, yang merupakan tanggal pengadopsian konvensi tentang Lahan Basah pada 1971 di Kota Ramsar, Iran. Konvensi Ramsar merupakan perjanjian antarpemerintah yang didedikasikan untuk konservasi dan pemanfaatan rasional dari ekosistem lahan basah.Tema Hari Lahan Basah Sedunia tahun ini adalah ‘Saatnya Melakukan Restorasi Lahan Basah’ (It's Time for Wetlands Restoration) yang menyoroti kebutuhan mendesak untuk memprioritaskan restorasi lahan basah.China menjadi salah satu pihak dalam Konvensi Ramsar pada 1992.Sebagai partisipan, kontributor, dan pemimpin yang penting di bidang perlindungan dan restorasi lahan basah global, China berjanji untuk memenuhi kewajibannya di bawah Konvensi tentang Lahan Basah, terus memperkuat pelestarian autentisitas dan integritas lahan basah, mengimplementasikan rencana perlindungan lahan basah nasional dan proyek perlindungan lahan basah utama, memasukkan lebih banyak lahan basah yang penting ke dalam sistem pengelolaan cagar alam, dan meningkatkan platform kerja sama dan pertukaran internasional.Sejauh ini, lebih dari 2.400 lahan basah di seluruh dunia telah ditetapkan sebagai Lahan Basah yang Penting bagi Dunia, yang juga dikenal sebagai Situs Ramsar.Lahan basah mencakup perairan alami dan buatan yang berada di darat, seperti sungai, danau, rawa, areal persawahan, dan beberapa daerah pesisir. Dikenal sebagai ‘ginjal Bumi’ sekaligus waduk keanekaragaman hayati, lahan basah dapat memurnikan air serta menyediakan makanan dan tempat berlindung bagi kawanan burung migran. Lahan basah merupakan salah satu lokasi penyimpanan karbon terbesar di Bumi, yang keberadaannya berkontribusi terhadap upaya global untuk mengurangi emisi karbon.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan global soroti tantangan ilmu pengetahuan utama dalam manufaktur
Indonesia
•
29 Jun 2023

Kampanye aforestasi musim semi diluncurkan di tepi Sungai Kuning yang sedang mencair
Indonesia
•
24 Mar 2024

Peneliti China bangun jaringan cip distribusi kunci kuantum dengan cakupan jarak 3.700 km
Indonesia
•
13 Feb 2026

Sistem saluran air berusia 4.000 tahun ditemukan di China tengah
Indonesia
•
10 Apr 2026


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
