
Sebuah asteroid dinamai menurut seorang arkeolog China

Foto dari udara yang diabadikan pada 25 April 2023 ini menunjukkan Gua Mogao di Dunhuang, Provinsi Gansu, China barat laut. Sebagai jalan utama di sepanjang Jalur Sutra kuno, Dunhuang adalah rumah bagi Gua Mogao, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO yang menawarkan banyak koleksi karya seni Buddha, dengan lebih dari 2.000 patung berwarna dan mural seluas 45.000 meter persegi terletak di 735 gua. (Xinhua/Chen Bin)
Asteroid berkode 381323 itu ditemukan oleh para astronom dari Purple Mountain Observatory yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), dan penamaannya disetujui oleh Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union).
Lanzhou, China (Xinhua) – Sebuah asteroid dinamai menurut seorang arkeolog China, Fan Jinshi, sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam perlindungan, studi, dan promosi Gua Mogao, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO di Dunhuang yang terletak di Provinsi Gansu, China barat laut.Asteroid berkode 381323 itu ditemukan oleh para astronom dari Purple Mountain Observatory yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), dan penamaannya disetujui oleh Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union).Penamaan itu diumumkan dalam sebuah simposium yang diadakan pada Senin (10/7) untuk memperingati 60 tahun upaya berdedikasi Fan untuk melindungi peninggalan budaya di Dunhuang.Fan (85) lulus dari jurusan arkeologi Fakultas Sejarah Universitas Peking. Dia mulai bekerja di Dunhuang pada 1963 serta menjadikannya sebagai karier seumur hidup untuk melindungi dan mempelajari peninggalan budaya di Gua Mogao."Fan mengabdikan dirinya dengan sepenuh hati untuk tujuan perlindungan peninggalan budaya Dunhuang. Dia tidak hanya menorehkan prestasi akademik yang luar biasa dalam arkeologi dan pengelolaan warisan budaya gua itu di Dunhuang, tetapi juga mengukir cara yang efektif dalam perlindungan ilmiah, pengelolaan dan pemanfaatan warisan budaya tersebut, serta meningkatkan perlindungan Gua Mogao dari penyelamatan darurat menjadi perlindungan ilmiah," kata Su Bomin, kepala Akademi Dunhuang."Dunhuang telah menempatkan saya di tempat saya sekarang, dan tanpa Dunhuang, saya tidak akan berada di sini hari ini," tutur Fan, yang saat ini menjabat sebagai presiden kehormatan di Akademi Dunhuang. "Penghargaan ini jauh melampaui dedikasi saya, dan seharusnya menjadi milik Akademi Dunhuang, Provinsi Gansu, dan komunitas warisan budaya China. Bagi saya, melayani Dunhuang merupakan ambisi seumur hidup."Fan juga kembali memberikan donasi, kali ini sebesar 10 juta yuan atau sekitar 1,45 juta dolar AS, untuk mendorong pelestarian peninggalan budaya dan pengembangan talenta di Dunhuang, menyusul donasinya sebesar 10 juta yuan pada Mei lalu bagi Universitas Peking guna meningkatkan studi Dunhuang.*1 yuan = 2.100 rupiah**1 dolar AS = 15.192 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim arkeolog temukan bengkel pembuatan tembikar kuno di Shaanxi, China
Indonesia
•
19 Jan 2024

Tim ilmuwan berhasil rakit genom gandum telomer-ke-telomer pertama di dunia
Indonesia
•
17 Apr 2025

Fokus Berita – Masalah genetika buat banteng endemik Indonesia rentan hadapi perubahan iklim
Indonesia
•
21 Dec 2025

Studi tentang paus terdampar diluncurkan setelah 2 kasus massal di Selandia Baru
Indonesia
•
13 Oct 2022


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
