
Dana pemerintah Biden kian menipis, AS umumkan paket senjata terakhir tahun ini untuk Ukraina

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken memberikan kesaksian dalam sidang dengar pendapat di hadapan Komite Alokasi Senat di Washington DC, AS, pada 31 Oktober 2023. (Xinhua/Liu Jie)
Konflik Rusia-Ukraina yang dimulai sejak Februari 2022 telah menguras dana pemerintah AS sebesar lebih dari 44,2 miliar dolar AS dalam bentuk bantuan militer untuk Ukraina.
Washington, AS (Xinhua) – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Rabu (27/12) mengumumkan paket senjata dan peralatan terakhir tahun ini untuk Ukraina, menghabiskan dana pemerintahan Biden yang masih tersedia.Senjata dan peralatan dalam paket tersebut bernilai hingga 250 juta dolar AS dan disediakan "berdasarkan penarikan yang telah diarahkan sebelumnya untuk Ukraina," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah pernyataan."Kapabilitas yang disediakan dalam paket ini mencakup amunisi pertahanan udara, komponen sistem pertahanan udara lainnya, amunisi tambahan untuk sistem roket artileri mobilitas tinggi, amunisi artileri 155 mm dan 105 mm, amunisi antikendaraan lapis baja, serta lebih dari 15 juta butir amunisi," ungkap Blinken.Paket bantuan seperti yang baru saja diumumkan tersebut berada di bawah Otoritas Penarikan Presiden (Presidential Drawdown Authority), yang memungkinkan senjata ditarik langsung dari persediaan Departemen Pertahanan AS sehingga dapat dengan cepat dikirim ke Ukraina.AS telah menggunakan dana dari format bantuan lain untuk Ukraina, yaitu Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina yang dialokasikan oleh Kongres, yang memungkinkan Departemen Pertahanan AS membeli senjata untuk Kiev dengan menandatangani kontrak dengan produsen senjata.Dalam pernyataannya, Blinken menegaskan kembali perlunya Kongres untuk melakukan tugas mereka. "Sangat penting bagi Kongres untuk bertindak cepat dan sesegera mungkin demi memajukan kepentingan keamanan nasional kita dengan membantu Ukraina mempertahankan diri dan mengamankan masa depannya," katanya.Seraya memperingatkan bahwa dana yang sebelumnya disetujui Kongres untuk penyediaan bantuan bagi Ukraina akan segera habis, pemerintahan Biden pekan lalu menyatakan bahwa tanpa komitmen dari para anggota parlemen untuk melanjutkan pendanaan yang memenuhi permintaan dana tambahan Gedung Putih senilai lebih dari 60 miliar dolar AS untuk Ukraina, pemerintah hanya bisa mengumumkan satu paket tambahan untuk Kiev sebelum akhir tahun."Kami masih merencanakan satu paket bantuan lagi untuk Ukraina bulan ini," ujar John Kirby, Koordinator Komunikasi Strategis Dewan Keamanan Nasional AS, kepada wartawan pada 18 Desember lalu."Namun, ketika paket bantuan itu sudah diberikan ... kami tidak akan mempunyai wewenang lagi untuk melakukan penambahan, dan kami perlu Kongres bertindak tanpa penundaan, seperti yang sudah kami sampaikan," kata Kirby.Sementara itu di Capitol Hill, kubu Partai Republik menahan suara mereka untuk alokasi dana baru bagi Ukraina, dan meminta Partai Demokrat untuk berkompromi dan memenuhi permintaan mereka perihal pengawasan yang lebih ketat di perbatasan demi mencegah masuknya para migran sebagai syarat guna mendapatkan persetujuan mereka.Sejak konflik Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022, AS telah mengucurkan dana sebesar lebih dari 44,2 miliar dolar AS dalam bentuk bantuan militer untuk Ukraina, menurut Pentagon dalam sebuah lembar fakta yang diterbitkan pada Rabu.*1 dolar AS = 15.414 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tentara Israel klaim tewaskan komandan senior angkatan laut Hamas dalam serangan di Gaza
Indonesia
•
18 Mar 2026

COVID-19 – Infeksi di AS diperkirakan 4 kali lebih besar dari laporan resmi
Indonesia
•
06 Jan 2021

Perluasan Masjidil Haram tampung 19 juta jamaah selama Ramadhan
Indonesia
•
30 Apr 2022

Pakistan tembak jatuh 5 jet tempur India sebagai balasan atas serangan udara
Indonesia
•
07 May 2025


Berita Terbaru

409 serangan Israel dalam 21 hari sasar petani dan kebun zaitun Palestina, 2 juta pohon zaitun di Gaza hancur
Indonesia
•
23 Oct 2026

Uji jaringan 4G berujung kebakaran 530.000 hektare lahan di Mongolia, KDDI Jepang minta maaf
Indonesia
•
23 Oct 2026

Uni Eropa selidiki Booking.com atas dugaan kegagalan tangani penipuan akomodasi
Indonesia
•
22 Oct 2026

Presiden Sisi: Mesir siap bela wilayah Arab Saudi, bukan serang Yaman
Indonesia
•
22 Oct 2026
