
Perusahaan China ungkap tiga cip baru untuk dukung komputasi spasial

Ilustrasi. (Jorge Salvador on Unsplash)
Komputasi spasial mengacu pada teknologi yang memanfaatkan data spasial dan algoritma untuk memproses dan menganalisis informasi dalam lingkungan tiga dimensi. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna untuk ‘menjelajahi dunia’ dengan lebih baik melalui perangkat realitas yang diperluas (extended reality/XR), robot, kendaraan cerdas, asisten virtual, dan lainnya.
Hangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tiga cip China yang baru dikembangkan diluncurkan pada Kamis (27/11) dalam Konferensi Tingkat Tinggi Komputasi Spasial (Spatial Computing Summit) 2025 yang diadakan di Ningbo, Provinsi Zhejiang, China timur, menandai langkah maju yang signifikan dalam hal kemajuan komputasi spasial di negara tersebut.Komputasi spasial mengacu pada teknologi yang memanfaatkan data spasial dan algoritma untuk memproses dan menganalisis informasi dalam lingkungan tiga dimensi. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna untuk ‘menjelajahi dunia’ dengan lebih baik melalui perangkat realitas yang diperluas (extended reality/XR), robot, kendaraan cerdas, asisten virtual, dan lainnya.Cui Ping, direktur Laboratorium Yongjiang, mengatakan bahwa inti dari teknologi ini terletak pada pemberdayaan sistem digital untuk "memahami ruang." Melalui tiga fungsi utama, yaitu persepsi lingkungan, integrasi virtual-nyata, dan interaksi alami, informasi terbebas dari batasan layar kecil."Teknologi ini terintegrasi secara mulus dengan lingkungan dunia nyata, yang mengelilingi kita seperti udara di seluruh ruang fisik," jelasnya.Menurut pengembangnya, yakni GravityXR Electronics and Technology Co. Ltd. (GravityXR), cip unggulan G-X100 merupakan prosesor berkinerja tinggi untuk perangkat realitas campuran (mixed reality/MR). Terobosan utama perusahaan itu terletak pada latensi ultrarendah, yang memungkinkan waktu respons yang sangat cepat. Kemampuan ini sangat penting untuk mengurangi rasa seperti "mabuk perjalanan" yang telah lama memengaruhi pengguna XR.Sementara itu, G-VX100 dibedakan melalui faktor bentuknya yang ringkas. Cukup kecil untuk disematkan ke dalam bingkai kacamata sehari-hari, cip itu membuka jalan bagi kacamata AI yang lebih ringan dan lebih ringkas serta perangkat wearable yang serupa, kata perusahaan itu.Cip G-EB100 berspesialisasi dalam rendering dan tampilan. Selain meningkatkan performa visual MR, cip ini juga dapat diterapkan dalam robotika, misalnya, membuat robot dapat menunjukkan animasi wajah yang sangat ekspresif dengan ekspresi dan gerakan mata yang realistis, imbuh perusahaan itu.Tuan rumah konferensi di Ningbo tersebut adalah Asosiasi Komunikasi Seluler China, sedangkan penyelenggaraannya dilakukan bersama oleh Laboratorium Yongjiang dan GravityXR.Para pakar dalam acara tersebut menyampaikan bahwa dengan kemajuan yang kontinu dalam teknologi inti, industri komputasi spasial China siap untuk tumbuh pesat dalam beberapa tahun mendatang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Memantau perubahan iklim di atap dunia
Indonesia
•
15 May 2024

Feature – Inovasi China hadirkan perangkat rumah tangga yang makin pintar
Indonesia
•
10 Jan 2025

Astronaut baru China akan terima pelatihan untuk misi pendaratan di Bulan
Indonesia
•
30 Oct 2024

Roket Smart Dragon-3 China luncurkan 9 satelit dari laut
Indonesia
•
05 Feb 2024


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
