Universitas kedokteran di China akan kembangkan obat molekul kecil dengan komputasi kuantum

Foto yang diabadikan pada 17 September 2022 ini menunjukkan sebuah prosesor kuantum yang dipamerkan di lokasi utama pameran Pekan Kewirausahaan dan Inovasi Massa Nasional 2022 di Hefei, ibu kota Provinsi Anhui, China timur. (Xinhua/Du Yu)
Obat molekul kecil dapat dengan mudah menembus membran sel untuk mencapai lokasi mana pun dan berinteraksi dengan protein target sehingga dapat memberikan efek pengobatan yang sesuai.
Hefei, China (Xinhua/Indonesia Window) – Salah satu universitas kedokteran di China timur akan menggunakan teknologi komputasi kuantum guna mempercepat pengembangan obat molekul kecil dan meningkatkan efisiensi desain obat, menghadirkan ide-ide baru untuk model penelitian dan pengembangan farmasi.Bengbu Medical University (BMU) di Provinsi Anhui, China timur, menjalin kerja sama dengan Origin Quantum Computing Technology Co., Ltd., sebuah perusahaan komputasi kuantum yang berpusat di Hefei, ibu kota Anhui, guna mengembangkan aplikasi berbasis komputasi kuantum untuk docking molekuler, demikian menurut laporan Science and Technology Daily pada Jumat (9/8).Menurut Zhang Yixuan, seorang peneliti di Sekolah Farmasi BMU, obat molekul kecil dapat dengan mudah menembus membran sel untuk mencapai lokasi mana pun dan berinteraksi dengan protein target sehingga dapat memberikan efek pengobatan yang sesuai. Pembuat obat molekul kecil perlu menggunakan docking molekuler guna menemukan pasangan antara molekul kecil dan protein target yang cocok.Praktik docking molekuler tradisional mengandalkan klaster-klaster komputer berkinerja tinggi untuk perhitungan ekstensif, yang sering kali lambat dan kurang presisi.Teknologi komputasi kuantum dapat mengatasi hambatan komputasi terkait desain obat molekul kecil konvensional. Selain itu, teknologi tersebut dapat meningkatkan kecepatan dan keakuratannya secara signifikan, membuka jalan untuk pemeriksaan obat yang lebih tepat dan efisien.Menurut Origin Quantum, tim mereka telah mengembangkan serangkaian aplikasi untuk desain obat berdasarkan Origin Wukong, komputer kuantum superkonduktor generasi ketiga, yang secara efektif dapat memprediksi sifat molekul obat dan interaksinya satu sama lain."Hal ini akan meletakkan dasar yang kuat untuk desain obat molekul kecil, mempercepat pengembangan obat inovatif, dan mendorong kemajuan di sektor ilmu hayati," kata Dou Menghan, selaku wakil direktur Pusat Penelitian Teknik Komputasi Kuantum Provinsi Anhui.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

‘Internet of Things’ dalam ‘precision agriculture’
Indonesia
•
17 Sep 2020

Bank benih satwa liar terbesar di Asia lestarikan lebih dari 11.000 spesies tanaman
Indonesia
•
07 Jun 2024

Teknologi pemuliaan padi China dorong pengembangan pertanian Asia dan Afrika
Indonesia
•
04 May 2023

Ilmuwan: Hanya 37 persen panjang sungai di dunia mengalir alami
Indonesia
•
17 Feb 2021
Berita Terbaru

Kesendirian berlebihan bisa picu gangguan kecemasan
Indonesia
•
04 Feb 2026

Studi ungkap Jupiter ternyata lebih kecil dan lebih pipih dari perkiraan sebelumnya
Indonesia
•
03 Feb 2026

Pankreas buatan bantu pengidap diabetes akhiri injeksi insulin harian
Indonesia
•
03 Feb 2026

Vaksin personalisasi pertama di dunia untuk kanker otak anak yang mematikan dalam tahap uji klinis
Indonesia
•
03 Feb 2026
