
Komite transisi Palestina siap ambil alih Gaza di tengah kesepakatan soal senjata Hamas

Warga Palestina memeriksa kerusakan akibat serangan udara Israel di Gaza City pada 31 Januari 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Gaza City, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Komite teknokratik transisional Palestina yang beranggotakan 15 orang untuk mengelola Jalur Gaza menegaskan pada Jumat (31/7) mereka "sepenuhnya siap memikul tanggung jawab" di daerah kantong tersebut menyusul adanya laporan mengenai pakta pelucutan senjata Hamas.
Komite tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG), dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pihaknya "telah menyelesaikan persiapan institusional dan operasional ekstensif" dalam beberapa bulan terakhir guna "mengambil alih pengelolaan Jalur Gaza, memulihkan layanan publik penting, memperkuat supremasi hukum, memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan, serta memimpin upaya pemulihan dan rekonstruksi."
Menggambarkan tugasnya ke depan sebagai "sangat besar," komite itu mengatakan "membangun kembali Gaza membutuhkan komitmen internasional yang berkelanjutan, sumber daya keuangan yang substansial, dan kerja sama yang erat di antara semua mitra."
Pada Kamis (30/7), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan apa yang disebut sebagai "Dewan Perdamaian" telah mencapai kesepakatan untuk "pelucutan senjata sepenuhnya" terhadap Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza.
Sumber-sumber Palestina pada Jumat mengatakan kepada Xinhua bahwa Hamas telah memberi tahu para mediator tentang persetujuannya terhadap draf final sebuah peta jalan untuk perjanjian gencatan senjata Gaza tahap kedua.
Sementara itu, dalam pernyataan pers, Ghazi Hamad, seorang anggota delegasi negosiasi Hamas, mengatakan bahwa Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya telah mencapai kesepahaman mengenai mekanisme implementasi perjanjian tahap kedua, termasuk proses bertahap untuk mendata dan menyimpan senjata-senjata di bawah pengawasan NCAG.
Hamad menolak laporan-laporan yang menggambarkan pengaturan itu sebagai pelucutan senjata.
Dia mengatakan isu senjata tetap berkaitan dengan implementasi ketentuan lain dari perjanjian tersebut, khususnya penarikan pasukan Israel dari Gaza dan dimulainya upaya rekonstruksi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Skandal taruhan Partai Konservatif Inggris jadi pukulan baru bagi PM Sunak
Indonesia
•
26 Jun 2024

Tesla hentikan produksi di Shanghai karena masalah pasokan
Indonesia
•
10 May 2022

Partai berkuasa Kamboja dukung penuh pencalonan kembali Hun Sen sebagai PM
Indonesia
•
30 Jan 2023

Senat tolak RUU sementara, pemerintah AS terancam ‘shutdown’
Indonesia
•
23 Sep 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Hamas setujui draf gencatan senjata, tegaskan bukan kesepakatan pelucutan senjata
Indonesia
•
01 Aug 2026

Tragedi Ceuta Spanyol: 57 migran tewas, puluhan ribu lainnya berbalik ke Maroko
Indonesia
•
01 Aug 2026

60.000 migran serbu Ceuta, Portugal pilih perketat perbatasan tanpa menangguhkan Schengen
Indonesia
•
01 Aug 2026

Italia tangguhkan Schengen dengan Spanyol selama 1 bulan di tengah krisis migrasi Eropa
Indonesia
•
01 Aug 2026
