
Observatorium Astronomi China temukan komet baru

Komet C/2023 A3 (Tsuchinshan-ATLAS) terlihat di atas Tembok Besar seksi Panlongshan di Beijing, ibu kota China, pada 19 Oktober 2024. (Xinhua/Ou Dongqu)
Komet yang baru ditemukan oleh observatorium China baru-baru ini diperkirakan akan mencapai perihelion, titik terdekatnya dengan Matahari, pada Mei 2026. Terlepas dari perkiraan tersebut, orbit komet ini akan tetap berada di luar orbit Jupiter.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) - Sebuah benda langit yang baru-baru ini ditemukan oleh observatorium China telah dikonfirmasi sebagai sebuah komet oleh Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU).Para astronom di Observatorium Gunung Ungu (Purple Mountain Observatory) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) kali pertama melihat komet tersebut pada 5 Januari. Pusat Planet Minor IAU mengonfirmasi penemuan tersebut pada Kamis (16/1) dan menamai objek tersebut C/2025 A3 (Tsuchinshan).Ini menandai penemuan komet kesembilan yang dilakukan oleh observatorium astronomi yang terletak di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, China timur, tersebut.Jarak terdekat antara komet dan Matahari adalah 5,7 unit astronomi (astronomical unit/AU), sedangkan jarak terjauhnya adalah 14,9 AU. Satu AU adalah jarak dari Matahari ke Bumi, yaitu hampir 150 juta kilometer.C/2025 A3 mengorbit di antara Jupiter dan Neptunus, dengan periode orbit lebih dari 33 tahun.Komet ini diperkirakan akan mencapai perihelion, titik terdekatnya dengan Matahari, pada Mei 2026.Terlepas dari perkiraan tersebut, orbit komet ini akan tetap berada di luar orbit Jupiter, kata observatorium tersebut di akun WeChat mereka.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Perkembangan pesat sektor energi baru China dorong transisi hijau global
Indonesia
•
20 May 2024

Spesies burung Australia catat rekor terbang nonstop selama 38 jam ke Papua Nugini
Indonesia
•
17 Jun 2025

China tuntaskan uji transposisi wahana antariksa gunakan lengan robotik
Indonesia
•
07 Jan 2022

LIPI kembangkan padi gogo tahan kekeringan dan pH asam
Indonesia
•
24 Sep 2019


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
