
Feature – Budi daya ulat sutra ubah kehidupan desa terpencil di Mesir utara

Seorang pria menunjukkan benang sutra di sebuah tempat pengumpulan sutra di Desa Nagaa Awni di Kegubernuran Beheira, Mesir, pada 7 September 2024. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Kisah transformasi Nagaa Awni pun sampai ke telinga pemerintah Mesir, yang, di bawah Inisiatif Kehidupan Layak yang diluncurkan oleh Presiden Abdel Fattah al-Sisi pada Januari 2019 lalu, memberikan dukungan tambahan kepada desa tersebut dengan membangun jalan, sekolah, dan klinik, serta menambah saluran air, listrik, dan fasilitas pembuangan limbah.
Beheira, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Nagaa Awni, yang terletak di Kegubernuran Beheira sekitar 200 km dari Kairo, dahulu merupakan desa dengan rumah-rumah yang terbuat dari batu bata lumpur dan jerami, serta bergantung pada bantuan dari luar untuk mendapatkan makanan dan selimut.Kini, berkat upaya masyarakat setempat selama delapan tahun melalui berbagai proyek pembangunan, desa itu bertransformasi menjadi daerah yang mandiri. Salah satu proyek yang terkenal adalah inisiatif ulat sutra yang dirintis oleh Ragab Awad, seorang mantan nelayan berusia 40-an tahun.Pada 2016, Awad menggagas ide untuk memanfaatkan kekuatan pertanian Nagaa Awni guna menanam pohon murbei untuk pakan ulat sutra, memproduksi sutra, dan membuat karpet."Kami tidak ingin menjadi beban bagi masyarakat. Kami ingin membangun komunitas kami dan menciptakan peluang karier bagi kaum muda setempat agar mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan," kata Awad. "Beri seseorang ikan dan Anda memberinya makan untuk sehari. Ajari dia cara memancing dan Anda memberinya makan untuk seumur hidup," tutur mantan nelayan itu.Awad segera membeli sekotak telur ulat sutra berisi 18.000 butir telur dan membangun sebuah pabrik di sebidang tanah milik keluarganya yang dikelilingi oleh pohon murbei. Pabrik itu kemudian dibagi menjadi beberapa ruangan untuk memelihara ulat sutra, mengurai kepompong menjadi benang, serta membuat karpet dan aksesori.
Seorang pria menunjukkan ulat-ulat sutra di atas tumpukan daun murbei di ruang penangkaran ulat sutra di Desa Nagaa Awni, Kegubernuran Beheira, Mesir, pada 7 September 2024. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Seorang pria memberi makan ulat sutra dengan daun murbei di ruang penangkaran ulat sutra di Desa Nagaa Awni di Kegubernuran Beheira, Mesir, pada 7 September 2024. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Seorang petani memproses kepompong ulat sutra di Desa Nagaa Awni di Kegubernuran Beheira, Mesir, pada 7 September 2024. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Cape Town di Afsel bakal jadi kota terkaya di Afrika pada 2030
Indonesia
•
26 Apr 2024

Sektor manufaktur Indonesia pertahankan ekspansi 26 bulan berturut-turut
Indonesia
•
02 Nov 2023

China tingkatkan kebijakan keringanan pajak untuk badan usaha
Indonesia
•
29 Mar 2023

Harga minyak ditutup lebih tinggi didukung optimisme permintaan 2022
Indonesia
•
04 Jan 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
