Data resmi dibuka, kerusuhan Iran tewaskan hampir 3.000 jiwa, ratusan belum teridentifikasi

Sejumlah kendaraan yang rusak akibat kerusuhan baru-baru ini terlihat di Teheran, Iran, pada 21 Januari 2026. (Xinhua/Shadati)

Kerusuhan Iran pecah sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026, dengan korban tewas secara keseluruhan mencapai 3.117 orang, termasuk 131 korban yang masih belum teridentifikasi.

 

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Kantor Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Ahad (1/2) merilis daftar yang mencantumkan 2.986 orang yang tewas dalam kerusuhan baru-baru ini di negara itu.

Dalam pernyataan yang diunggah di situs jejaringnya, kantor presiden Iran menyatakan daftar tersebut, yang mencakup baik warga sipil maupun personel keamanan, disusun berdasarkan data yang disediakan oleh Organisasi Kedokteran Forensik (Legal Medicine Organization) Iran atas perintah Pezeshkian.

Kantor tersebut menyebutkan jumlah korban tewas secara keseluruhan mencapai 3.117 orang, yang berarti 131 korban masih belum teridentifikasi. Kantor Pezeshkian berjanji akan merilis daftar tambahan setelah identitas mereka dipastikan.

Pernyataan itu menekankan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, seraya menyebutkan bahwa semua korban adalah anak-anak Iran dan berjanji bahwa tidak akan mengabaikan satu pun keluarga korban yang berduka.

Aksi protes yang berlangsung selama beberapa pekan akibat depresiasi tajam nilai tukar rial melanda kota-kota di seluruh Iran sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026. Awalnya berlangsung damai, demonstrasi tersebut kemudian meningkat menjadi bentrokan yang menyebabkan korban jiwa dan aksi perusakan terhadap properti publik, termasuk masjid, gedung pemerintah, dan bank. Teheran menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas kerusuhan itu.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait