
Turkiye tertarik gabung BRICS untuk manfaatkan potensi ekonomi

Balon-balon udara terlihat di Cappadocia, Nevsehir, Turkiye, pada 5 Mei 2024. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Ketertarikan Turkiye yang semakin kuat terhadap BRICS berasal dari keinginannya untuk menjadi bagian dari potensi ekonomi yang sedang berkembang di blok tersebut, yang menghadirkan berbagai peluang baru untuk kerja sama dan pembangunan.
Ankara, Turkiye (Xinhua) – Ketertarikan Turkiye yang semakin kuat terhadap BRICS berasal dari keinginannya untuk menjadi bagian dari potensi ekonomi yang sedang berkembang di blok tersebut, yang menghadirkan berbagai peluang baru untuk kerja sama dan pembangunan, sebut para analis.Dalam kunjungan resminya ke China pada awal Juni lalu, Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan mengungkapkan bahwa negaranya sedang mencari peluang kerja sama baru dengan mitra-mitra yang berbeda dalam platform-platform seperti BRICS. Fidan juga diketahui menghadiri pertemuan para menteri luar negeri dari negara-negara anggota BRICS di Kota Nizhny Novgorod, Rusia, pada 10-11 Juni lalu.Meski demikian, sejumlah pakar menilai bahwa saat ini belum ada kepastian terkait apakah Turkiye akan bergabung dengan blok tersebut atau tidak. Namun, seiring blok ekonomi tersebut terus berkembang, Turkiye akan ingin memanfaatkan peluang pengembangan yang dihadirkannya."Apabila Turkiye ingin dilihat sebagai negara poros antara Timur dan Barat serta Selatan dan Utara di bidang ekonomi, maka Turkiye harus memiliki mekanisme yang kuat dengan BRICS di samping hubungannya dengan Eropa,” kata Lektor Kepala Hubungan Internasional Universitas Ekonomi dan Teknologi TOBB di Ankara, Ali Oguz Dirioz, beberapa waktu lalu.“Perekonomian global kini semakin condong ke kawasan Pasifik Selatan, dengan pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih tinggi,” ujarnya, seraya menambahkan, kawasan tersebut merupakan daya tarik global. Oleh karena itu, Turkiye tidak boleh mengabaikan perkembangan ini.“Turkiye berniat dan sudah seharusnya berniat untuk meningkatkan hubungannya dengan negara-negara di kawasan tersebut demi kepentingannya."Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan berencana untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) di Astana, Kazakhstan, pada 3 sampai 4 Juli mendatang. Sebagai negara pengamat, Turkiye telah menunjukkan minat untuk bergabung dengan SCO dalam satu dekade terakhir, meskipun aspirasi ini memicu beragam reaksi dari negara-negara Barat.Erdogan juga diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Washington pada 9-11 Juli mendatang untuk menghadiri KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang akan memperingati 75 tahun berdirinya aliansi militer tersebut.Bagi sejumlah pakar lainnya, hubungan baik Turkiye dengan Rusia dan Ukraina juga dapat memainkan peran katalisator dalam aspirasinya untuk merapat ke BRICS."Kemungkinan bergabungnya Turkiye (dalam BRICS), yang telah membuktikan diri sebagai mediator yang unik dalam krisis Ukraina sekaligus jembatan antara Barat dan Timur, juga akan memberikan kontribusi terhadap BRICS," kata komentator politik Melih Altinok baru-baru ini dalam sebuah kolom di surat kabar Daily Sabah."Pembentukan hubungan antara Turkiye dan BRICS akan menguntungkan kedua belah pihak," tambahnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Menlu Singapura desak diplomasi preventif di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
30 Sep 2024

11 tewas dalam bentrokan di kamp pengungsi Palestina di Lebanon selatan
Indonesia
•
02 Aug 2023

1,2 juta warga Gaza hadapi tempat tinggal kritis hingga katastropik saat musim hujan
Indonesia
•
19 Sep 2026

Taiwan targetkan 15,1 persen pasokan listrik dari energi terbarukan pada 2025
Indonesia
•
24 Jul 2022


Berita Terbaru

Sekitar 500.000 orang ikut demo di Prancis, 200.000 pengunjuk rasa padati Paris
Indonesia
•
01 Nov 2026

Esai – Di usia 16 tahun, saya memanggul senapan dan merindukan rumah
Indonesia
•
30 Oct 2026

Netanyahu terdesak, oposisi unggul dalam ‘exit poll’, tetapi mayoritas masih buntu
Indonesia
•
28 Oct 2026

Fokus Berita – Pemilu Israel di tengah operasi militer, warga Palestina khawatir kehidupan kian sulit
Indonesia
•
28 Oct 2026
