
Peneliti China rancang solusi untuk kestabilan komunikasi pada kereta ultracepat

Sebuah kereta peluru memasuki Stasiun Kereta Yiwu bagian dari jalur kereta cepat Hangzhou-Wenzhou di Yiwu, Provinsi Zhejiang, China timur, pada 6 September 2024. (Xinhua/Lyu Bin)
Kestabilan sinyal komunikasi di dalam kereta ultracepat di masa depan dilakukan dengan menempatkan dua kabel paralel khusus pada dinding terowongan yang akan mengirimkan sinyal elektromagnetik, sehingga memungkinkan koneksi yang berkelanjutan dan stabil antara smartphone dan jaringan telekomunikasi.
Nanjing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti China merancang sebuah solusi untuk menjaga kestabilan sinyal komunikasi di dalam kereta ultracepat di masa depan.Jika kereta cepat dapat melaju hingga 1.000 km per jam di masa depan, efek Doppler akan menyebabkan perubahan sangat cepat pada saluran komunikasinya. Hal tersebut dapat memengaruhi sistem komunikasi di dalam kereta secara umum.Tim peneliti, yang terdiri dari para peneliti dari Southeast University, Nanjing Ticom Technology Co., Ltd., dan China Aerospace Science and Industry Corporation Limited, mengembangkan metode khusus untuk memperkirakan saluran komunikasi pada pita frekuensi 700 megahertz.Para peneliti mengusulkan penempatan dua kabel paralel khusus pada dinding terowongan yang akan mengirimkan sinyal elektromagnetik, sehingga memungkinkan koneksi yang berkelanjutan dan stabil antara smartphone dan jaringan telekomunikasi.Penggunaan teknik estimasi saluran yang efisien untuk melacak parameter sinyal utama juga akan meminimalkan dampak pergeseran frekuensi seluler berkecepatan tinggi, menurut para peneliti.Simulasi komputer awal mengonfirmasi bahwa solusi mereka mampu mempertahankan kualitas komunikasi yang stabil untuk transmisi data di bawah standar 5G.China menuntaskan uji coba sistem transportasi kereta levitasi magnetik (magnetic levitation/maglev) ultracepat (ultra high speed/UHS) yang baru tahun ini. Sistem ini mengintegrasikan teknologi kedirgantaraan dengan teknologi transportasi kereta darat, yang bertujuan menciptakan sistem kereta yang dapat melaju 1.000 km per jam.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Tiga vaksin beri kekebalan lebih tinggi sebagai 'booster' Sinovac
Indonesia
•
25 Jan 2022

Keanekaragaman hayati di Danau Taihu China terus alami peningkatan
Indonesia
•
14 Dec 2023

Dua astronaut AS rampungkan ‘spacewalk’ komersial pertama
Indonesia
•
14 Sep 2024

COVID-19 – Ahli: Terlalu dini menilai berbahayanya strain Delta
Indonesia
•
28 Jun 2021


Berita Terbaru

Komputer kuantum China kini dilengkapi kapabilitas AI
Indonesia
•
22 Apr 2026

Feature – Ajang Maraton Robot di Beijing dorong ‘evolusi cepat’ robot humanoid
Indonesia
•
20 Apr 2026

Tim peneliti Indonesia buat baterai LFP dari limbah industri besi dan baja
Indonesia
•
20 Apr 2026

Kapal pengolah sampah jadi solusi di kawasan pesisir dan pulau kecil
Indonesia
•
20 Apr 2026
