Kesenjangan rasial di AS terlihat dalam vaksinasi cacar monyet

Kesenjangan rasial di AS
Sebuah papan petunjuk menuju pintu masuk tempat vaksinasi terlihat di luar lokasi vaksinasi cacar monyet (monkeypox) di Los Angeles County, California, Amerika Serikat, pada 25 Agustus 2022. (Xinhua/Zeng Hui)
Advertiser Popin

Kesenjangan rasial di AS terlihat dalam vaksinasi cacar monyet, dengan hanya sekitar 10 persen dari dosis vaksin yang didistribusikan kepada warga kulit hitam, meskipun mereka mencakup sepertiga dari kasus di negara tersebut.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Kesenjangan rasial di AS tampak dalam distribusi vaksin cacar monyet (monkeypox) yang masih belum diberikan secara memadai kepada orang-orang yang paling membutuhkan perlindungan, meskipun Presiden Joe Biden pada Jumat (26/8) mengatakan bahwa dosis yang tersedia mencukupi, demikian dilaporkan The Associated Press (AP) pada Sabtu (27/8).

Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS menunjukkan bahwa hanya sekitar 10 persen dari dosis vaksin cacar monyet yang didistribusikan kepada warga kulit hitam, meskipun mereka mencakup sepertiga dari kasus di AS.

Dr. Yvens Laborde, direktur pendidikan kesehatan global di Ochsner Health di New Orleans, mengatakan bahwa kesenjangan tersebut serupa dengan disparitas rasial yang terjadi selama pandemik COVID-19.

Kesenjangan rasial di AS
Orang-orang terlihat di sebuah lokasi vaksinasi cacar monyet di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 11 Agustus 2022. (Xinhua/Zeng Hui)

Amerika Serikat (AS) telah mengonfirmasi lebih dari 17.000 kasus cacar monyet (monkeypox), menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.

Sebanyak 17.432 kasus cacar monyet yang diketahui telah dilaporkan di seluruh wilayah negara tersebut hingga Jumat (26/8), menurut data CDC.

California mencatat jumlah kasus terbanyak dengan 3.291 kasus, disusul oleh New York dengan 3.124 kasus dan Florida dengan 1.739 kasus, menurut data CDC AS.

Sejauh ini, AS mencatat jumlah kasus cacar monyet tertinggi di dunia.

Meski kasus cacar monyet masih terus bertambah di tingkat nasional, laju penyebaran wabah itu tampaknya melambat, kata Direktur CDC AS Rochelle Walensky.

Sejumlah pejabat AS mengatakan tambahan vaksin cacar monyet dapat disediakan untuk umum paling cepat pada September, ungkap sebuah laporan dari CBS News.

Pemerintahan Biden dihujani kritik terkait responsnya terhadap wabah cacar monyet, yang meliputi kegagalan untuk memesan vaksin dalam jumlah yang cukup, mempercepat pengobatan, dan menyediakan tes untuk mencegah wabah itu merebak.

“Kita seharusnya bisa mengendalikan penyebaran cacar monyet. Penyakit tersebut terdeteksi lebih awal dan telah memiliki metode tes, vaksin yang aman, dan pengobatan yang efektif. Namun, sistem kesehatan masyarakat yang kekurangan dana secara kronis, yang bahkan kerap kekurangan suplai dasar seperti tes usap dan jarum suntik serta terkuras akibat pandemi COVID-19 selama dua tahun lebih, gagal dalam ujian paling mendasar ini,” papar laporan The Hill.

Sumber: Xinhua

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here