
Ilmuwan China kembangkan metode keselamatan sistem swakemudi

Sebuah kendaraan otonomos (pertama dari kanan) sedang menjalani uji coba tanpa pengemudi di sebuah jalan raya di Yizhuang, Beijing, ibu kota China, pada 19 Oktober 2021. (Xinhua/Peng Ziyang)
Keselamatan pada sistem swakemudi diperkuat dengan teknologi belajar mandiri (self-learn) yang memungkinkan mobil dapat belajar dalam situasi baru dan kinerjanya dapat terus ditingkatkan seiring jarak tempuh mengemudi sembari meningkatkan volume data.
Beijing, China (Xinhua) – Tim peneliti dari Universitas Tsinghua telah membuat sebuah terobosan dalam pengemudian otonomos, mengembangkan teknologi yang memungkinkan kendaraan tersebut untuk belajar secara mandiri (self-learn) saat mengemudi guna menghadapi berbagai situasi yang tidak biasa. Ini menjadi inovasi yang dapat menyelesaikan kekhawatiran dalam keselamatan pada sistem swakemudi (self-driving).Teknologi ini memungkinkan peningkatan kinerja secara terus-menerus pada mobil dengan menggunakan data yang dikumpulkan ketika sistem swakemudi beroperasi, tidak seperti metode konvensional yang melatih mobil semaksimal mungkin dengan menggunakan berbagai skenario mengemudi terlebih dahulu, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Machine Intelligence.Teknologi swakemudi konvensional didasarkan pada algoritme dengan lebih banyak data yang dikumpulkan melalui pelatihan panjang dalam berbagai kemungkinan skenario mengemudi, dengan membuat mobil memiliki sebuah rencana respons yang telah ditetapkan jika terjadi keadaan darurat. Oleh karena itu, mobil tersebut mungkin tidak tahu bagaimana bereaksi dalam situasi asing yang belum pernah ada selama proses pelatihan, sehingga mengancam keselamatan saat berkendara.Tim peneliti tersebut mengevaluasi teknologi yang baru diusulkan itu melalui berbagai simulasi dan uji jalan, dengan hasil yang menunjukkan bahwa mobil dapat belajar dalam situasi baru dan kinerjanya dapat terus ditingkatkan seiring jarak tempuh mengemudi dan volume data juga meningkat, ujar Cao Zhong, anggota tim dari Universitas Tsinghua.Teknologi itu telah diterapkan pada sejumlah kendaraan di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, ungkap Yang Diange selaku pemimpin tim tersebut. Teknologi baru itu akan diverifikasi lebih lanjut dalam skala besar di jalanan terbuka dengan berbagai skenario, imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Vaksin Rusia diklaim efektif lawan setiap dosis virus
Indonesia
•
07 Sep 2020

Ilmuwan China identifikasi spesies dinosaurus ‘Sauropoda’ baru di China barat daya
Indonesia
•
18 Feb 2025

Sel-sel kekebalan di kulit berperan dalam alergi
Indonesia
•
07 Dec 2021

Tim ilmuwan China cetak rekor baru dalam distribusi kunci kuantum tingkat tinggi
Indonesia
•
16 Mar 2023


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
