
Taikonaut Shenzhou-15 akan lakukan ‘spacewalk’ pertama mereka

Sebuah upacara pelepasan tiga taikonaut misi luar angkasa berawak Shenzhou-15 diadakan di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 29 November 2022. (Xinhua/Liu Lei)
Taikonaut Shenzhou-15 terdiri atas Fei Junlong, Deng Qingming, dan Zhang Lu, yang menjalankan misi selama enam bulan untuk menyelesaikan tahap akhir pembangunan stasiun luar angkasa Tiangong dan memulai tahap pertama dari aplikasi serta pengembangannya.
Beijing, China (Xinhua) – Para taikonaut Shenzhou-15, yang saat ini berada di stasiun luar angkasa Tiangong milik China, akan melaksanakan aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activity) pertama mereka dalam beberapa hari mendatang, demikian diumumkan oleh Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada Rabu (8/2).Ketiga pria kru Shenzhou-15 telah tinggal di orbit selama 70 hari sejak memasuki kombinasi stasiun luar angkasa pada 30 November 2022. Mereka telah menyelesaikan berbagai tugas, termasuk rotasi kru di orbit dengan taikonaut Shenzhou-14, uji coba kabinet eksperimen ilmiah, dan inspeksi peralatan pesawat luar angkasa.Mereka juga telah melakukan pemeriksaan medis, latihan perlindungan tanpa bobot, dan serangkaian eksperimen sains luar angkasa.Namun, kegiatan dalam dua bulan terakhir tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan. Para penghuni stasiun luar angkasa terkini tersebut juga merayakan Tahun Baru Imlek serta menggelar pameran lukisan dan foto luar angkasa, mengirimkan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada masyarakat China.Menurut CMSA, trio taikonaut Shenzhou-15 saat ini berada dalam kondisi baik, dan kombinasi stasiun luar angkasa beroperasi stabil. Semua persyaratan telah dipenuhi untuk pelaksanaan aktivitas di luar wahana antariksa (spacewalk) pertama kru tersebut.Ketiga anggota kru Shenzhou-15 adalah Fei Junlong, Deng Qingming, dan Zhang Lu. Misi selama enam bulan yang mereka jalani ini bertujuan untuk menyelesaikan tahap akhir pembangunan stasiun luar angkasa Tiangong dan memulai tahap pertama dari aplikasi serta pengembangannya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fosil kalajengking laut berumur 450 juta tahun ditemukan di China
Indonesia
•
18 May 2023

Selesaikan misi lima bulan, astronaut Crew-10 NASA kembali ke Bumi
Indonesia
•
10 Aug 2025

Ilmuwan Kenya temukan obat untuk kurangi risiko malaria di kalangan ibu hamil positif HIV
Indonesia
•
18 Jan 2024

Studi baru kaitkan hilangnya es laut Arktika dengan cuaca dingin ekstrem
Indonesia
•
11 Apr 2023


Berita Terbaru

Gara-gara internet tak diputus, AI Anthropic 'menyusup' ke sistem tiga organisasi nyata saat uji keamanan siber
Indonesia
•
31 Jul 2026

ITB gandeng perusahaan China kembangkan robotika medis, bedah jarak jauh jadi fokus riset
Indonesia
•
31 Jul 2026

Mengapa banyak fosil ditemukan di gua? Ternyata berawal dari kebiasaan unik landak
Indonesia
•
31 Jul 2026

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026
