
Kepala militer Israel sebut demiliterisasi Gaza tetap jadi tujuan utama

Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 16 September 2025 ini memperlihatkan Kepala Militer Israel, Eyal Zamir (tengah), di Jalur Gaza. (Xinhua/IDF)
Demiliterisasi penuh Jalur Gaza dan pelucutan senjata Hamas disebut tetap menjadi tujuan utama Pasukan Pertahanan Israel.
Yerusalem, Wilaya Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Kepala tentara Israel, Eyal Zamir, pada Jumat (13/2) mengatakan bahwa Israel tetap berkomitmen untuk demiliterisasi penuh Jalur Gaza dan pelucutan senjata Hamas, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF).
"Kami tidak akan melepaskan tujuan perang – demiliterisasi penuh Jalur Gaza dan pelucutan senjata Hamas," kata Zamir saat melakukan kunjungan ke Kota Rafah di Jalur Gaza selatan.
Didampingi oleh para komandan senior, dia memerintahkan pasukan untuk memperkuat operasi pembersihan di area tersebut dengan fokus pada penghancuran jaringan terowongan.
Kepala tentara itu menyatakan bahwa pasukan ditempatkan sepanjang "Garis Kuning" (Yellow Line), yang menandai area-area yang dikendalikan Israel berdasarkan gencatan senjata, dengan membersihkan infrastruktur "teroris" secara sistematis sambil mengendalikan akses ke Jalur Gaza.
Sebelumnya pada Jumat, IDF mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya di Jalur Gaza utara mengidentifikasi dua militan yang memasuki sebuah bangunan di sebelah timur "Garis Kuning". Angkatan Udara Israel kemudian menyerang bangunan tersebut, dan serangan dikonfirmasi mengenai sasaran.
Sehari sebelumnya, pejabat senior Hamas, Mahmoud Mardawi, mengatakan bahwa faksi-faksi Palestina tidak akan menyerahkan senjata mereka kecuali Israel sepenuhnya mematuhi perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.
Gencatan senjata terbaru antara Hamas dan Israel, yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, awalnya berfokus pada pertukaran tahanan dan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Tahap kedua yang diusulkan dalam rencana perdamaian mencakup penarikan militer Israel secara penuh, pelucutan senjata Hamas, dan dimulainya rekonstruksi di wilayah kantung tersebut di bawah otoritas pemerintahan transisi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Senator J.D. Vance terima pencalonan dirinya sebagai cawapres AS dari Partai Republik
Indonesia
•
19 Jul 2024

Inggris akan akui Negara Palestina kecuali Israel berkomitmen pada perdamaian jangka panjang
Indonesia
•
01 Aug 2025

Xi Jinping serukan seluruh anggota PKC tetap teguh hadapi tantangan era baru
Indonesia
•
01 Jul 2026

COVID-19 – Austria umumkan ‘lockdown’ penuh, picu kemarahan warga
Indonesia
•
20 Nov 2021


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
