
‘Kemlu Space’ hadir sebagai sumber informasi terkini

Kementerian Luar Negeri RI telah meluncurkan program terbaru ‘Kemlu Space’ yang memanfaatkan platform media digital Twitter dengan fitur Twitter Space. (Kementerian Luar Negeri RI)
‘Kemlu Space’, yang memanfaatkan platform media digital Twitter dengan fitur Twitter Space, bertujuan membagikan informasi dan berkolaborasi bersama dengan pihak lainnya yang terlibat dalam isu atau kegiatan terkini.
Jakarta (Indonesia Window) – Kementerian Luar Negeri RI telah meluncurkan program terbaru ‘Kemlu Space’ yang memanfaatkan platform media digital Twitter dengan fitur Twitter Space.Program ini bertujuan untuk mengulik informasi terkini tentang ‘What's Happening’ (apa yang sedang terjadi) baik di dalam maupun luar negeri, dengan episode pertama mengangkat tema ‘Road to WCCE’, kata Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataanya yang diteima Rabu.WCCE (World Conference on Creative Economy) merupakan forum pertemuan internasional antarpemangku kepentingan untuk bertukar pikiran dan pengalaman, menyusun panduan kebijakan, serta mewujudkan kerja sama konkret dalam ekonomi kreatif.“World Conference on Creative Economy sebagai wadah bagi pelaku-pelaku ekraf (ekonomi kreatif) global termasuk pelaku ekraf Indonesia untuk berbagi pandangan best practices guna melindungi pelaku ekraf dari dampak pandemi dan meningkatkan peran ekraf dalam pencapaian SDGs,” ucap Direktur Perdagangan, Perindustrian, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual Kementerian Luar Negeri, Antonius Yudi Triantoro.Dalam obrolan ‘Kemlu Space’, Deputi Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Muhammad Neil El Himam mengatakan, WCCE ke-3 diharapkan dapat menjadi tempat yang sangat tepat untuk mengeksplorasi seluruh hal terkait ekonomi kreatif.WCCE secara tidak langsung juga dapat membuka pintu untuk membangun kerja sama dan kolabor-aksi yang baik, seperti kesepakatan bisnis, jaringan, dan Nota Kesepahaman/Perjanjian tentang kerja sama tertentu, kata Neil El Himam, seraya menambahkan, tidak boleh dilupakan bahwa WCCE juga menjadi salah satu side event dari rangkaian G20.Tema promosi WCCE dianggap dapat menjadi momentum yang tepat untuk episode pertama dengan berkolaborasi bersama Kemenparekraf, karena menjadi bagian dari side event rangkaian kegiatan G20 guna mendukung presidensi Indonesia dalam G20.Kegiatan ini diselenggarakan pada 5-7 Oktober 2022 di Bali, dengan mengusung tema ‘Inclusively Creative: A Global Recovery’, atau Kreatif Secara Inklusif: Satu Pemulihan Global, bertujuan mengedepankan pemulihan global melalui sektor ekonomi kreatif.Kementerian Luar Negeri RI akan terus mengisi Twitter Space dengan membagikan informasi, berkolaborasi bersama dengan pihak lainnya yang terlibat dalam isu atau kegiatan terkini, dalam episode selanjutnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peningkatan kerja sama perdagangan bebas ASEAN-China bawa peluang ekonomi baru bagi Indonesia
Indonesia
•
01 Nov 2025

Iran berikan dukungan politik penuh untuk Palestina di tengah ancaman Barat
Indonesia
•
31 Oct 2023

Indonesia tegaskan komitmen pada Palestina di pertemuan 'Peace Day Effort'
Indonesia
•
20 Sep 2023

Pemerintah terbitkan peraturan lindungi warisan geologi
Indonesia
•
17 Feb 2020


Berita Terbaru

Patrialis Akbar ingatkan hakim: Salah memutus perkara, pertanggungjawabannya hingga akhirat
Indonesia
•
12 Aug 2026

Program Magang Nasional 2026 dibuka, pemerintah siapkan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi
Indonesia
•
11 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (2 dari 3 tulisan)
Indonesia
•
08 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (selesai)
Indonesia
•
08 Aug 2026
